Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IDI Sebut Dugaan Riset Palsu Coreng Integritas Profesi Dokter

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 21:00 WIB | Oleh:
 IDI Sebut Dugaan Riset Palsu Coreng Integritas Profesi Dokter Doc: Istmewa

JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan kasus dugaan riset kedokteran palsu telah mencoreng integritas profesi dokter di Tanah Air. Kasus ini juga dinilai berpotensi merusak kepercayaan internasional terhadap peneliti nasional.

Demikian disampaikan anggota IDI, Fery Rahman, Kamis (28/5). “Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi sudah masuk ranah etik dan integritas akademik,” kata dia.

Apalagi jika ada pihak yang sengaja memanfaatkan celah riset demi mendapatkan travel grant ke luar negeri. Fery mengatakan pihaknya sepakat dengan sikap Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia yang menyoroti kasus tersebut secara serius.

Menurut dia, hal ini karena dampaknya sangat besar, terutama bagi peneliti muda yang sedang berjuang mencari pendanaan penelitian. “Jangan sampai karena ulah segelintir orang, seluruh peneliti Indonesia ikut dipandang negatif,” ucap dia.

Meskipun demikian, Fery menegaskan kasus tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada seluruh peneliti maupun dokter di Indonesia. “Masyarakat tetap harus memberikan harapan kepada peneliti Indonesia,” ujar dia.

Sebelumnya, tiga warga negara Indonesia (WNI) diduga melakukan pemalsuan penelitian pada sebuah simposium tentang penyakit pneumonia di Kopenhagen, Denmark. Mereka diduga melakukan fabrikasi data dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan menggunakan identitas palsu.

Beberapa kali mereka sukses mendapatkan travel grant untuk mengikuti sejumlah konferensi ilmiah di luar negeri. "Bukan nakes tetapi bisa dapat puluhan travel grant selama dua hingga tiga tahun di bidang spesialis kedokteran,” kata warganet.

Seorang peserta simposium asal Indonesia, Wa Ode Dwi Daningrat, akhirnya membongkar kedok mereka. Menurut dia, isi materi presentasi yang disajikan sangat tidak masuk akal.

Wa Ode juga menyoroti kejanggalan lokasi penelitian yang diklaim dilakukan di berbagai penjuru dunia. “Disebutkan seluruh perisetnya berasal dari Indonesia tetapi tidak ada dokumen persetujuan etiknya sama sekali,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Nasional
KPK Bicara Blak-blakan soal...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.