Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Kedelai Tembus 2,56 Juta Ton, Legislator Desak Pemerintah Lindungi Petani Lokal

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Kedelai Tembus 2,56 Juta Ton, Legislator Desak Pemerintah Lindungi Petani Lokal Doc: Antara
Ket. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kedelai Indonesia pada 2025 mencapai 2,56 juta ton. Sekitar 90 persen di antaranya berasal dari Amerika Serikat

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti besarnya ketimpangan antara produksi dan kebutuhan kedelai nasional yang membuat Indonesia masih bergantung pada impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kedelai Indonesia pada 2025 mencapai 2,56 juta ton. Sekitar 90 persen di antaranya berasal dari Amerika Serikat. 

Sementara itu, produksi kedelai dalam negeri pada 2025 diperkirakan hanya 300 - 350 ribu ton. Padahal kebutuhan nasional mencapai 2,6 - 2,9 juta ton.

“Kondisi ini perlu segera diatasi karena kedelai merupakan bahan baku utama berbagai pangan masyarakat, terutama tahu dan tempe. Padahal, Indonesia memiliki varietas lokal seperti Grobogan dan Anjasmoro yang memiliki masa panen sekitar 80-90 hari dan dinilai memiliki kualitas yang baik,” kata Firman, Kamis (13/8).

Intervensi dari Hulu ke Hilir

Firman meminta pemerintah melakukan intervensi menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir untuk mengurangi ketergantungan impor.

Langkah yang ia dorong meliputi:  

1. Penyediaan lahan: Sedikitnya 1 juta hektare lahan khusus untuk budidaya kedelai.

2. Kepastian pasar: Jaminan kemitraan dan penyerapan hasil panen petani. 

3. Pengendalian impor: Pengaturan agar tidak mematikan harga di tingkat petani.

4. Pengembangan benih unggul: Peningkatan kualitas varietas lokal.

Selain itu, produktivitas kedelai nasional yang saat ini baru sekitar 1,6 ton per hektare juga perlu didongkrak hingga 3-4 ton per hektare.

“Harus ada keberpihakan nyata agar petani kedelai sejahtera dan Indonesia bisa surplus kedelai,” tegas Firman. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.