Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Ekonomi Targetkan Kredit UMKM Tembus Rp2.000 Triliun

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 19:11 WIB | Oleh:
Menko Ekonomi Targetkan Kredit UMKM Tembus Rp2.000 Triliun Doc: ekon.go.id
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA - Pemerintah menaikkan target penyaluran kredit bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi Rp2.000 triliun. Target tersebut diarahkan untuk memperkecil ketimpangan pembiayaan sekaligus mengisi ruang usaha menengah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan target tersebut disesuaikan dengan kondisi pembiayaan UMKM saat ini. Ia menyebut, dari total kredit nasional sekitar Rp9.000 triliun, pembiayaan UMKM baru mencapai sekitar Rp1.500 triliun.

Secara ideal, pemerintah menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen atau sekitar Rp3.000 triliun. Namun, pemerintah memilih target Rp2.000 triliun agar peningkatannya lebih realistis dan terukur.

"Peningkatan dari Rp1.500 triliun ke Rp3.000 triliun itu lompatannya 100 persen, karena itu, target kita sesuaikan menjadi Rp2.000 triliun. Ini yang saya sampaikan di summit, target naik ke Rp2.000 triliun," ujar Airlangga saat memberikan sambutan dalam ajang UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8) lalu.

Airlangga mengatakan pencapaian target tersebut tidak hanya mengandalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Pemerintah juga akan mendorong pembiayaan komersial bagi pelaku usaha menengah dengan plafon mulai Rp500 juta hingga Rp50 miliar atau lebih.

Menurut dia, peningkatan pembiayaan tersebut menjadi tugas Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama OJK dan DPR. Upaya tersebut juga diperlukan untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum memperoleh akses pembiayaan.

"Sekitar 10 juta pelaku usaha yang belum terjangkau inilah yang perlu didorong dengan pembiayaan berkisar Rp5 miliar hingga Rp500 miliar. Ini penting agar kelompok usaha di tengah yang selama ini kosong bisa naik kelas mendekati porsi capital market yang saat ini sudah menguasai sekitar Rp7.500 triliun," kata dia.

Airlangga menyebut masih terdapat perbedaan data mengenai jumlah UMKM nasional. Data tersebut menunjukkan jumlah unit UMKM yang berfluktuasi dari sekitar 64 juta menjadi 54 juta unit.

Di sisi lain, Airlangga optimistis pertumbuhan kredit perbankan dapat mencapai dua digit seiring pelaksanaan berbagai program pemerintah. Beberapa program tersebut antara lain penguatan Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Meski demikian, ia mengingatkan industri perbankan tetap perlu memperkuat mitigasi risiko. Pengelolaan risiko dinilai penting agar ekspansi pembiayaan tetap berjalan sehat dan berkelanjutan.

"Realisasi KUR sejauh ini sangat baik, tinggal kita jaga manajemen risikonya. Dengan berbagai program pemerintah yang berjalan, kita optimis penyaluran kredit tetap tumbuh kuat dan aman bagi industri perbankan," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
KAI Commuter Terapkan Tarif...
Nasional
KADIN Ungkap Teknologi Buka...

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.