Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

5 Faktor Penyebab Anxiety Disorder, Ikatan Dokter Indonesia Berikan Solusi Pengobatan

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 18:02 WIB | Oleh:
5 Faktor Penyebab Anxiety Disorder, Ikatan Dokter Indonesia Berikan Solusi Pengobatan Doc: Freepik/m.vichakorn

Menurut informasi dari IDI DKI Jakarta, anxiety disorder atau secara umum, dikenal sebagai gangguan kecemasan merupakan sebuah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan kecemasan dan ketakutan secara. Di Indonesia, gangguan kecemasan merupakan gangguan mental paling umum di antara remaja 10-17 tahun, dengan prevalensi sekitar 3,7%.

IDI adalah organisasi profesi yang menaungi para dokter di Indonesia. Didirikan pada 24 Oktober 1950, IDI berfungsi untuk mengembangkan profesi kedokteran dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. 

Organisasi IDI memiliki lebih dari 199.000 anggota dan berafiliasi dengan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sekretariat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia beralamat di Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350, Indonesia.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai apa saja penyebab terjadinya gangguan kecemasan serta obat yang direkomendasikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya anxiety disorder?

Berbagai faktor yang saling berkorelasi dapat menyebabkan anxiety disorder atau gangguan kecemasan, yang merupakan kondisi yang serius yang memerlukan pengawasan dan pengelolaan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab utama terjadinya gangguan kecemasan meliputi:

1. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Faktor genetik atau riwayat keluarga dapat menjadi penyebab gangguan kecemasan secara berlebihan. Selain itu, ada bukti bahwa gangguan kecemasan dapat diwariskan dalam keluarga, meningkatkan kemungkinan seseorang juga mengalaminya.

2. Faktor lingkungan

Lingkungan juga faktor terpenting. Mengalami situasi yang menyebabkan kecemasan berlebihan, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau kehilangan orang yang dicintai, dapat menyebabkan kecemasan berlebihan.

3. Adanya riwayat trauma secara mendalam

Pengalaman traumatis, seperti kecelakaan, pelecehan fisik atau seksual, atau kejadian lainnya, dapat menyebabkan gangguan kecemasan. Seseorang yang mengalami trauma cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi.

4. Faktor perubahan gaya hidup

Jenis aktivitas, minat, dan pendapat seseorang disebut gaya hidup. Stres dan risiko gangguan kecemasan berlebihan dapat meningkat sebagai akibat dari perubahan besar dalam hidup, seperti pernikahan, perceraian, atau kehilangan pekerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.