Kematian Akibat Wabah Ebola di Kongo Tembus 220, Epidemi yang Lampaui Perkiraan
📅 Selasa, 26 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Rumah Sakit Umum Mongbwalu dalam keadaan siaga umum,” tambahnya. Ia tidak memiliki detail lebih lanjut tentang kekacauan yang sedang terjadi.
Pada hari Sabtu, sekelompok warga Mongbwalu, yang terletak di provinsi Ituri, membakar tenda yang didirikan untuk kasus-kasus Ebola yang dicurigai dan terkonfirmasi oleh kelompok kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF). Selama serangan itu, 18 orang yang diduga terinfeksi Ebola meninggalkan fasilitas tersebut dan keberadaan mereka belum diketahui, kata Lokudu saat itu.
Kamis lalu, sebuah pusat perawatan di kota Rwampara juga dibakar setelah anggota keluarga dilarang mengambil jenazah seorang pria setempat yang diduga meninggal karena Ebola.
Pemerintah Kongo telah menetapkan bahwa pekerjaan berbahaya menguburkan korban yang diduga harus ditangani oleh pihak berwenang sedapat mungkin, yang dapat menuai protes dari keluarga dan teman-teman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumat lalu, pemerintah mengatakan acara berkabung dan pertemuan lebih dari 50 orang akan dilarang di wilayah timur laut DRC sebagai upaya untuk mengekang penyebaran virus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!