Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Sumedang Tancap Gas, Produksi Bawang Putih Ditargetkan Capai 7 Ton

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 15:25 WIB | Oleh:
Polres Sumedang Tancap Gas, Produksi Bawang Putih Ditargetkan Capai 7 Ton Doc: Antara foto
Ket. Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma'ruffi bersama unsur Forkopimda saat melakukan penanaman perdana Bawang Putih di desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (19/8).

SUMEDANG - Polres Sumedang, Jawa Barat, menargetkan hasil penanaman bawang putih perdana di lahan seluas satu hektare mencapai sekitar tujuh ton guna mendukung program swasembada bawang putih serta mengembangkan sumber bibit secara mandiri.

Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma'ruffi di Sumedang, Rabu, mengatakan target produksi tersebut menjadi hasil yang diharapkan dari penanaman perdana bawang putih di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Nanti diharapkan hasilnya tiga bulan kemudian itu ditargetkan bisa sekitar tujuh ton, kalau hasilnya bagus. Ini adalah uji coba juga perdana untuk Kabupaten Sumedang," katanya.

Menurut dia, penanaman seluas satu hektare tersebut menjadi tahap awal untuk menguji kesesuaian karakteristik daerah dan tanah Kabupaten Sumedang terhadap budidaya bawang putih.

Kapolres mengatakan apabila uji coba tersebut berhasil, areal penanaman bawang putih di Sumedang akan dikembangkan lebih luas dengan target awal mencapai lima hektare.

"Jadi kita coba dulu satu hektare. Nanti mungkin ke depan bisa kita tingkatkan lagi. Target kita ke depan lima hektare," katanya.

Ia menyebutkan bibit bawang putih yang digunakan dalam penanaman perdana tersebut diperoleh dari Temanggung, Jawa Tengah, yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk pengembangan lebih lanjut.

"Kami kemarin mengambil bibit di Temanggung, Jawa Tengah. Nanti mudah-mudahan cocok atau mungkin nanti ke depan ada rencana untuk pengembangan lebih lanjut bersama dengan akademisi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumedang Tono Suhartono mengatakan sekitar 50 persen hasil budidaya perdana tersebut akan diarahkan sebagai bibit, sedangkan sebagian lainnya dapat dimanfaatkan untuk mengganti biaya produksi.

"Makanya untuk tanam perdana ini, mudah-mudahan nanti hasil produksinya 50 persen kita keringkan menjadi bibit dan nanti petani pakai juga untuk perluasan areal tanam," ujarnya.

Dengan target produksi sekitar tujuh ton per hektare, alokasi 50 persen secara matematis setara sekitar 3,5 ton hasil panen yang akan disiapkan sebagai calon sumber bibit apabila hasil panen sesuai target.

Untuk mendukung proses tersebut, pihaknya mendorong penyediaan sarana pascapanen berupa alat pengering atau UV dryer serta gudang penyimpanan.

Fasilitas tersebut diperlukan agar sebagian hasil produksi dapat dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai bibit, bukan seluruhnya langsung dijual.

"Insya Allah dukungan dari Pak Kapolres nanti ke Pak Bupati, mohon kita untuk pengeringan. Karena kadar air untuk disimpan itu 12-14 persen," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.