Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Akui Kepadatan Penduduk Hambat Penanganan Kawasan Kumuh

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 16:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Akui Kepadatan Penduduk Hambat Penanganan Kawasan Kumuh Doc: Antara
Ket. Arsip foto - Warga melintasi pinggir kali yang kumuh di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (20/10/2023).

Jakarta - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto menyebutkan salah satu kendala terbesar dalam penanganan kawasan kumuh di ibu kota adalah kepadatan permukiman.

“Kendala terbesar dalam penanganan kawasan kumuh di Jakarta antara lain tingginya kepadatan permukiman, minimnya ketersediaan lahan pembangunan sarana dan prasarana permukiman, permasalahan kesesuaian tata ruang, serta legalitas kepemilikan tanah,” kata Kelik di Jakarta Pusat, Jumat (22/5).

Disebutkannya, berdasarkan Permen PUPR No 14 Tahun 2018 identifikasi kondisi kekumuhan dinilai dari tujuh aspek yaitu kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran.

Sebuah RW dinyatakan keluar dari kategori kumuh jika skor penilaian kekumuhannya berada di bawah ambang batas (kriteria tidak kumuh) berdasarkan indikator yang ditetapkan tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melaksanakan program peningkatan kualitas permukiman mulai tahun 2018 hingga sekarang. Program tersebut menggunakan pendekatan penataan kawasan permukiman secara terpadu yang meliputi aspek fisik lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi.

Penanganan kawasan kumuh di Jakarta dilakukan melalui beberapa pola, yaitu pemugaran, peremajaan, dan pemukiman kembali, sesuai kondisi RW kumuh.

Kelik menyebut sebagian besar dilakukan melalui penataan dan peningkatan kualitas RW kumuh eksisting agar lingkungannya menjadi lebih layak melalui pola pemugaran.

Untuk pola peremajaan, Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan pada beberapa lokasi seperti Akuarium, Kunir, Palmerah, dan Tanah Tinggi melalui penataan menyeluruh terhadap rumah beserta prasarana sarana dan utilitas.

Sementara untuk pola permukiman kembali dilakukan pada kawasan yang tidak memungkinkan dipertahankan karena faktor tata ruang dan keselamatan seperti di Kampung Bukit Duri yang direlokasi ke Rusun Tumbuh Kembang Cakung dan lokasi-lokasi Rusunawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.