Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Desak Pencabutan Segera Semua Sanksi Suriah

1 Selasa, 28 Jul 2026, 02:15 WIB | Oleh:
Sekjen PBB Desak Pencabutan Segera Semua Sanksi Suriah Sekjen PBB Desak Pencabutan Segera Semua Sanksi Suriah Doc: AFP/LOUAI BESHARA
Ket. Antonio Guterres

DAMASKUS – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Minggu (26/7) mendesak pencabutan semua sanksi yang dikenakan pada Suriah selama era penguasa yang digulingkan Bashar al-Assad, saat ia mengakhiri kunjungan dua harinya ke negara tersebut.

"Saya menyambut baik langkah-langkah yang telah melonggarkan sanksi dan membuka kemungkinan baru untuk pemulihan ekonomi, tetapi semua sanksi ini harus segera dicabut," kata Sekjen Guterres dalam konferensi pers di Damaskus.

Pemerintah baru Suriah yang mengambil alih kekuasaan pada Desember 2024, berupaya untuk membuka lembaran baru setelah lebih dari 13 tahun perang dan membangun kembali ekonomi, infrastruktur, dan lembaga-lembaga negara.

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), telah melonggarkan sanksi terhadap Suriah, tetapi para investor tetap berhati-hati. Bank Dunia memperkirakan rekonstruksi pasca-perang negara itu dapat menelan biaya USD216 miliar.

"PBB berdiri bersama rakyat Suriah pada saat yang krusial ini. Dan saya datang membawa seruan sekuat tenaga kepada komunitas internasional, seruan untuk mengerahkan segala upaya untuk mendukung rakyat Suriah dan mendukung pemerintah Suriah," kata Sekjen Guterres.

Guterres adalah kepala PBB pertama yang mengunjungi Suriah sejak pendahulunya, Ban Ki-moon, pada tahun 2009, dua tahun sebelum dimulainya perang Suriah yang menewaskan lebih dari setengah juta orang.

"Suriah membutuhkan investasi pada rakyatnya, ekonominya, dan lembaga-lembaganya. Suriah membutuhkan dukungan untuk memulihkan layanan-layanan penting, membangun kembali infrastruktur, dan menghidupkan kembali mata pencaharian," kata Guterres, seraya menambahkan bahwa negara itu juga membutuhkan bantuan untuk pemulangan pengungsi dan orang-orang yang mengungsi di dalam negeri secara aman, sukarela, dan bermartabat.

"Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa transisi ini berjalan ke arah yang benar," imbuh Guterres.

Menurut PBB, sejak penggulingan Assad, sekitar 1,7 juta pengungsi telah kembali ke Suriah, sementara sekitar 5,5 juta orang masih mengungsi di dalam negeri dan enam juta orang di luar negeri. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
AS Peringatkan Ancaman Sera...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.