Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UPN Veteran Yogyakarta Hentikan Sementara Aktivitas Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

2 Kamis, 21 Mei 2026, 12:15 WIB | Oleh:
UPN Veteran Yogyakarta Hentikan Sementara Aktivitas Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual UPN Veteran Yogyakarta Hentikan Sementara Aktivitas Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Doc: Dok. Pexels

YOGYAKARTA - UPN “Veteran” Yogyakarta mengambil langkah awal dalam merespons dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret seorang dosen berinisial S. Pihak kampus memutuskan menghentikan sementara keterlibatan dosen tersebut dalam aktivitas akademik selama proses pendalaman kasus dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Perkara ini mulai menjadi sorotan setelah muncul unggahan di media sosial yang memuat rangkaian pengakuan dan laporan dari mahasiswa lintas angkatan. Informasi tersebut dibagikan melalui akun media sosial @onlonenyside dan kemudian menarik perhatian luas publik.

Aduan yang masuk berasal dari berbagai jalur komunikasi. Hingga saat ini, sedikitnya terdapat 15 orang yang menyampaikan laporan, sementara dua orang lainnya ikut membantu mengumpulkan informasi dan keterangan dari para pelapor.

Beragam pengalaman disampaikan oleh para pelapor. Dugaan tindakan yang diceritakan disebut terjadi dalam berbagai situasi, termasuk ketika bimbingan akademik berlangsung di ruang dosen. Sejumlah laporan juga memuat dugaan adanya tindakan fisik yang dianggap melanggar batas.

Upaya mengumpulkan kesaksian secara lebih serius dilakukan setelah muncul laporan dari mahasiswa aktif yang berasal dari angkatan lebih muda. Setelah informasi itu ramai dibicarakan di media sosial, aduan lain kembali berdatangan dari sejumlah angkatan, mulai tahun 2013 hingga 2017. Sejumlah bukti pendukung juga disebut telah dihimpun.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Satgas PPKPT UPN “Veteran” Yogyakarta, Iva Rachmawati, menyatakan pihak kampus telah mengambil tindakan administratif sebagai langkah pencegahan selama pemeriksaan berjalan.

"Sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, universitas mengambil langkah preventif dan administratif berupa penonaktifan sementara dosen yang diduga melakukan kekerasan seksual dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi selama proses pemeriksaan berlangsung," begitu rilis resmi Satgas PPKPT.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Keputusan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Nomor 1531/UN62/TP/KEP/2026 tertanggal 19 Mei 2026.

"Berkenaan dengan kondisi tersebut, Satgas PPKPT melakukan penelusuran dan investigasi secara objektif, profesional, serta berlandaskan prinsip perlindungan terhadap korban. Setiap informasi dan bukti yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Iva.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Menlu AS dan Russia Bahas R...
MILITER

KCNA: Korut Uji Hulu Ledak Bom Tandan

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
KCNA: Korut Uji Hulu Ledak ...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.