Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Pertimbangkan Tawaran AS dan Trump Peringatkan Negosiasi Berada di Ambang Batas

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 19:00 WIB | Oleh:

Harapan yang hati-hati itu dengan cepat menyebar ke seluruh pasar keuangan. Harga minyak turun lebih dari lima persen pada hari Rabu, sementara saham AS naik setelah Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin sudah dekat, meskipun analis memperingatkan investor tetap waspada setelah berminggu-minggu mengalami kegagalan.

Kontrak minyak utama AS, West Texas Intermediate (WTI), turun di bawah 100 dolar AS per barel tetapi tetap jauh di atas level sebelum perang, dengan Selat Hormuz masih praktis tertutup bagi sebagian besar pengiriman.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan memuji Trump karena memutuskan untuk "memberi kesempatan pada diplomasi" dan mendesak Iran untuk memanfaatkan "kesempatan untuk menghindari implikasi berbahaya dari eskalasi."

Panglima militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan bahwa militer tetap berada pada tingkat siaga tertinggi dan "siap menghadapi perkembangan apa pun".

Tekanan Ekonomi

Trump berada di bawah tekanan politik di dalam negeri karena biaya energi terus meningkat.

Gencatan senjata menghentikan pertempuran tetapi belum membuka kembali Selat Hormuz, jalur air vital yang biasanya mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia.

Angkatan laut Garda Revolusi Iran mengatakan telah mengizinkan 26 kapal, termasuk kapal tanker minyak, untuk melewati Selat Hormuz selama 24 jam sebelumnya setelah memberikan "koordinasi dan keamanan."

Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando Pusat AS mengatakan Marinir menaiki sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran di Teluk Oman pada hari Rabu karena dicurigai kapal tersebut mencoba melanggar pembatasan.

CENTCOM mengatakan kapal tersebut dibebaskan setelah digeledah dan diperintahkan untuk mengubah haluan. Mereka menambahkan bahwa pasukan AS telah mengalihkan 91 kapal komersial sejak blokade dimulai.

Masa depan Selat Hormuz tetap menjadi poin penting yang diperdebatkan, dengan kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa ekonomi global akan merasakan dampak yang lebih besar seiring menipisnya cadangan minyak sebelum perang.

Selat Hormuz juga mengangkut sekitar sepertiga dari pengiriman pupuk global, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan harga pangan dan kekurangan pasokan jika penutupan terus berlanjut.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB memperingatkan pada hari Rabu bahwa penutupan tersebut dapat memicu "krisis harga pangan global yang parah" dan "guncangan sistemik di sektor pertanian dan pangan." SB/AFP

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.