Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timbulkan Kekhawatiran, Ada Apa Erdogan Beri Para Pemimpin NATO Pistol Revolver dengan Amunisinya?

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 02:02 WIB | Oleh:
Timbulkan Kekhawatiran,  Ada Apa Erdogan Beri Para Pemimpin NATO Pistol Revolver dengan Amunisinya? Doc: Istimewa
Ket. Pemberian revolver kepada seluruh pemimpin NATO pun menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam KTT NATO tahun ini.

ANKARA – Ada pemandangan tak lazim usai KTT NATO 2026 di Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan cendera mata yang jauh berbeda dari hadiah diplomatik pada umumnya. Seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan anggota NATO, serta sejumlah tamu dari Uni Eropa, menerima revolver buatan dalam negeri Turki sebagai kenang-kenangan dari tuan rumah.

Dari The Guardian, hadiah tersebut berupa revolver Gumusay kaliber .357 Magnum, produksi perusahaan industri pertahanan milik negara Turki, MKE. Setiap senjata dikemas dalam kotak kayu eksklusif yang dihiasi logo NATO dan bendera Turki, lengkap dengan pelat berisi nama penerima. Menariknya, paket tersebut juga dilengkapi sejumlah amunisi.

Pemerintah Turki menyebut pemberian revolver itu sebagai simbol kebanggaan terhadap kemajuan industri pertahanan nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Ankara memang gencar mempromosikan produk pertahanan buatannya ke pasar internasional, mulai dari drone tempur, kendaraan lapis baja hingga senjata ringan.

Namun hadiah unik tersebut justru memunculkan persoalan di sejumlah negara. Aturan kepemilikan dan impor senjata api yang berbeda-beda membuat beberapa pemimpin tidak bisa langsung membawa pulang revolver tersebut.

Perdana Menteri Belgia Bart De Wever mengaku baru mengetahui isi kotak hadiah itu setelah tiba di Belgia. Revolver tersebut kemudian diserahkan kepada kepolisian bandara Brussel untuk diamankan sesuai prosedur.

Sementara itu, Perdana Menteri Belanda dan Swedia memilih menitipkan senjata tersebut di kedutaan besar masing-masing di Ankara sambil menunggu proses administrasi. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dikabarkan akan menyerahkan revolver itu ke museum militer setelah dinonaktifkan, sedangkan Perdana Menteri Yunani juga berencana menyumbangkannya ke Museum Perang Athena.

Berbeda dengan beberapa negara lain, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memutuskan menyimpan revolver tersebut sebagai bagian dari koleksi hadiah kenegaraan di Palazzo Chigi.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahkan sempat berseloroh bahwa hadiah sirup maple yang dibawanya terasa kalah menarik dibanding revolver pemberian Erdogan. Ia memastikan senjata yang diterimanya akan dinonaktifkan sebelum kemungkinan diserahkan ke museum.

Menurut data Small Arms Survey, Turki kini menjadi salah satu eksportir senjata ringan terbesar di dunia. Nilai ekspor sektor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3 miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir, menempatkan Turki di posisi ketiga dunia setelah Amerika Serikat dan Italia.

Pemberian revolver kepada seluruh pemimpin NATO pun menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam KTT NATO tahun ini. Selain menunjukkan ambisi Ankara sebagai pemain utama industri pertahanan global, hadiah tersebut juga memicu perbincangan mengenai etika diplomatik dan aturan kepemilikan senjata di berbagai negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.