Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tunda Serangan ke Iran, Syaratnya Selat Hormuz Dibuka

3 Senin, 03 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Trump Tunda Serangan ke Iran, Syaratnya Selat Hormuz Dibuka Trump Tunda Serangan ke Iran, Syaratnya Selat Hormuz Dibuka Doc: Aaron Schwartz/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Sabtu (1/8) bahwa AS dan Israel sepakat menunda serangan baru terhadap Iran dengan syarat kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dapat segera tercapai.

Dilansir dari AFP, Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya konflik setelah Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras" dan dilaporkan mempertimbangkan serangan baru, termasuk terhadap infrastruktur energi.

Trump menyatakan AS "siap sepenuhnya" menghadapi Republik Islam Iran. Namun, ia mengaku memutuskan menunda serangan setelah menerima permintaan dari Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah.

"Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju, demi kepentingan DUNIA di masa depan dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat kita dapat segera mencapai KESEPAKATAN," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus mencakup pembukaan Selat Hormuz secara segera, penuh, dan menyeluruh, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

"Negara Israel turut serta dalam komitmen ini. Mari kita mulai bekerja dan selesaikan ini," ujarnya.

Perang yang dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Teheran, kini telah berlangsung lebih dari lima bulan tanpa tanda-tanda akan segera berakhir.

Upaya gencatan senjata sebelumnya, yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, gagal diwujudkan. Sejak itu Iran memperketat pengawasan terhadap jalur pelayaran strategis tersebut seiring kembali memanasnya konflik dalam beberapa pekan terakhir.

Kembalinya pertempuran turut mendorong kenaikan harga minyak dunia setelah sebelumnya sempat mereda selama masa gencatan senjata.

Ketegangan ini juga terjadi hanya sekitar tiga bulan menjelang pemilihan paruh AS, yang diperkirakan menjadi ujian politik bagi Partai Republik pimpinan Trump.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Kedutaan Besar AS di sejumlah negara Timur Tengah mengeluarkan peringatan kepada warganya agar mewaspadai potensi eskalasi konflik dan bersiap meninggalkan kawasan jika diperlukan.

Media CBS News melaporkan bahwa AS dan Israel sempat mempertimbangkan serangan gabungan terhadap Iran, dengan sasaran di antaranya kilang minyak dan pembangkit listrik.

Namun, Trump mengatakan akhirnya memutuskan menunda aksi militer tersebut setelah menerima permintaan dari sejumlah negara Teluk.

Menurut laporan Axios, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump pada Sabtu untuk menyampaikan kekhawatiran atas rencana serangan tersebut. Mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, media itu menyebut Mohammed bin Salman mendesak Trump meredakan ketegangan dan menahan diri dari melancarkan serangan baru.

Ketegangan Maritim

Meski tidak ada laporan serangan udara baru dari Jumat hingga Sabtu, situasi keamanan di kawasan tetap memanas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Memalukan, Hutan Kota Cawan...
Daerah
Tekan Inflasi di Kulon Prog...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.