Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Kekerasan, Kemdiktisaintek Dorong Seluruh Kampus Miliki Satgas PPKPT

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 17:13 WIB | Oleh:
Cegah Kekerasan, Kemdiktisaintek Dorong Seluruh Kampus Miliki Satgas PPKPT Doc: RRI/Namira Kaguma
Ket. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong seluruh perguruan tinggi memiliki Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, mengatakan kebijakan pencegahan kekerasan di perguruan tinggi terus diperkuat pemerintah. Menurut dia, aturan tersebut berkembang menyesuaikan kondisi kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus.

Beny menjelaskan pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 terkait pencegahan kekerasan seksual. Namun, aturan tersebut kemudian diperluas melalui Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 karena kasus perundungan dinilai meningkat di lingkungan kampus.

“Dulu hanya mencegah dan menangani kekerasan seksual. Karena kalau dari grafik atau mungkin kasus yang terjadi itu kekerasan seksual yang termasuk sangat besar,” ujar dia dalam saat acara Ngopi Bareng Media di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (19/5)

Ia menjelaskan satgas penanganan kekerasan sebelumnya bernama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi. Namun, sejak aturan terbaru diterbitkan, satgas tersebut berubah menjadi Satgas PPKPT.

Menurut Beny, perubahan tersebut dilakukan karena kekerasan yang ditangani tidak hanya kekerasan seksual. Bentuk kekerasan lain seperti fisik, psikis, perundungan (bullying), diskriminasi, hingga intoleransi juga masuk kategori pelanggaran.

Beny menyatakan seluruh perguruan tinggi negeri (PTN), dan sebanyak 2.551 perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini telah memiliki satgas tersebut. “Nah ini kita berharap memang seluruh perguruan tinggi ini dapat menjalankan atau memiliki satgas ini,” kata Direktur Belmawa tersebut.

Menurut Beny, keberadaan satgas penting untuk memberikan ruang pengaduan bagi civitas akademika kampus. Selain itu, ia juga menekankan pencegahan menjadi fokus utama dalam kebijakan PPKPT ini.

“Yang diutamakan itu pencegahannya. Kita berharap pencegahan itulah yang mengurangi penanganan tadi agar kasus-kasusnya turun,” ucap Beny. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.