PLTN Barakah Milik UEA Diserang Drone, Picu Kebakaran di Luar Pembangkit
📅 Senin, 18 Mei 2026, 09:58 WIB | Oleh: Lili LestariDUBAI — Serangan pesawat tak berawak memicu kebakaran di pinggir pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Uni Emirat Arab pada hari Minggu (17/5) dalam sebuah "serangan teroris tanpa provokasi."
Menurut Associated Press, tidak ada laporan cedera atau pelepasan radiasi. UEA, yang telah menjadi tuan rumah pertahanan udara dan personel dari Israel, baru-baru ini menuduh Iran melancarkan serangan drone dan rudal. Ketegangan meningkat terkait Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dikuasai Iran, yang berada di bawah blokade angkatan laut AS.
“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bertindak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulis Presiden AS Donlad Trump di media sosial tak lama setelah melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Trump telah berulang kali menetapkan tenggat waktu untuk Teheran dan kemudian mengingkarinya.
“Jari-jari angkatan bersenjata kita berada di pelatuk, sementara diplomasi juga terus berlanjut,” kata Mohsen Rezaei, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, di televisi pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gencatan senjata masih rapuh, upaya diplomatik untuk perdamaian yang lebih langgeng telah gagal. Dan pertempuran telah memanas antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon meskipun ada gencatan senjata nominal di sana.
PLTN Barakah
Kementerian Pertahanan UEA mengatakan tiga drone melintasi perbatasan baratnya dengan Arab Saudi, sementara dua lainnya berhasil dicegat. Mereka sedang menyelidiki siapa yang meluncurkan serangan tersebut. Iran dan milisi Syiah sekutunya di Irak telah melancarkan serangan drone yang menargetkan negara-negara Teluk Arab dalam perang tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan itu, “baik dilakukan oleh pelaku utama atau melalui salah satu proksinya, merupakan eskalasi yang berbahaya,” kata Anwar Gargash, penasihat diplomatik presiden UEA, di media sosial.
Arab Saudi mengutuk serangan itu, dan kemudian mengatakan telah mencegat tiga drone yang masuk dari wilayah udara Irak.
PLTN Barakah senilai 20 miliar doLlar AS dibangun oleh UEA dengan bantuan Korea Selatan dan mulai beroperasi pada tahun 2020. PLTN Ini satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia Arab dan dapat menyediakan seperempat kebutuhan energi di UEA, sebuah federasi tujuh emirat.
Badan pengawas nuklir UEA mengatakan kebakaran tersebut tidak mempengaruhi keselamatan pembangkit dan “semua unit beroperasi seperti biasa.” Badan Energi Atom Internasional, badan pengawas nuklir PBB, mengatakan serangan itu menyebabkan kebakaran pada generator listrik dan satu reaktor sedang dioperasikan oleh generator diesel darurat.
Ini adalah pertama kalinya pembangkit listrik Barakah yang memiliki empat reaktor menjadi sasaran dalam perang tersebut. Pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran, yang telah diperangi UEA sebagai bagian dari koalisi pimpinan Saudi, mengklaim telah menargetkan pembangkit listrik tersebut saat masih dalam tahap pembangunan pada tahun 2017, yang dibantah oleh Abu Dhabi.
Program Nuklir UEA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!