PLTN Barakah Milik UEA Diserang Drone, Picu Kebakaran di Luar Pembangkit
📅 Senin, 18 Mei 2026, 09:58 WIB | Oleh: Lili LestariUEA menandatangani kesepakatan ketat dengan AS terkait pembangkit listrik tenaga nuklir, yang dikenal sebagai "perjanjian 123," di mana mereka setuju untuk tidak melakukan pengayaan uranium dalam negeri dan pengolahan ulang bahan bakar bekas untuk mengurangi kekhawatiran proliferasi. Uraniumnya berasal dari luar negeri.
Itu sangat berbeda dengan program nuklir di Iran yang menjadi inti dari ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Iran bersikeras bahwa programnya bertujuan damai, tetapi mereka telah memperkaya uraniumnya hingga mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk senjata nuklir dan secara luas dicurigai memiliki komponen militer dalam programnya setidaknya hingga tahun 2003. Iran sering membatasi pekerjaan inspektur PBB, termasuk sejak perang 12 hari dengan Israel tahun lalu.
Israel, secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di kawasan itu, tetapi belum mengkonfirmasi atau membantah memiliki senjata atom. Iran menyerang dekat fasilitas nuklir Dimona milik Israel selamaa perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangkit listrik tenaga nuklir semakin sering menjadi target perang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk selama invasi skala penuh Russia ke Ukraina yang dimulai pada tahun 2022. Selama perang Iran, Teheran berulang kali mengklaim PLTN Bushehr miliknya diserang, meskipun tidak ada kerusakan langsung pada reaktor yang dioperasikan Rusia atau pelepasan radiologis apa pun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!