Masa Depan Bangsa Terancam, Ratusan Ribu Anak Terpapar Judi Online
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 00:50 WIB | Oleh: Tim RedaksiPemerintah kata Hardjuno tidak boleh kalah cepat dari jaringan judi online yang terus berkembang di ruang digital.
Ia meminta pengawasan platform digital diperketat sekaligus meningkatkan literasi digital di lingkungan keluarga dan sekolah agar masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, tidak semakin terjebak dalam ekosistem judi daring.
Mahasiswa doktoral Universitas Airlangga Surabaya, Frederik M Gasa, mengatakan mental dan mindset anak yang kecanduan judi online akan semakin rusak karena menganggap bahwa sesuatu hal terutama dalam mendapatkan uang bisa ditempuh dengan cara-cara instan, hanya dengan memainkan jari lewat gawai sembari berharap keberuntungan menghampiri.
Selalu Rugi dan Kalah
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang.
Untuk itu, lanjut Meutya, semua pihak harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal tersebut.
Pemberantasan judi online jelasnya tidak cukup hanya melalui pemutusan akses dan penindakan hukum, tetapi juga perlu memperkuat literasi digital dan kesadaran masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!