Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Targetkan Internet Berkecepatan Rata-Rata 100 Mbps, Kemkomdigi Percepat Infrastruktur Digital

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 17:44 WIB | Oleh:
Targetkan Internet Berkecepatan Rata-Rata 100 Mbps, Kemkomdigi Percepat Infrastruktur Digital Doc: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (kanan) saat mengunjungi Kantor Balmon Medan, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (4/7).

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses internet hingga wilayah pinggiran guna mewujudkan target kecepatan rata-rata internet nasional mencapai 100 Mbps.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan akses internet yang berkualitas telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata internet nasional bisa mencapai 100 Mpbs dalam dua tahun ke depan.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," kata Nezar dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/6).

Dia juga menekankan, pemerintah terus memastikan pembangunan konektivitas mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Menurut Nezar, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga".

Infrastruktur digital yang semakin baik akan menjadi fondasi bagi berkembangnya ekonomi digital, peningkatan produktivitas masyarakat, serta perluasan akses terhadap layanan publik berbasis digital.

Untuk mencapai target tersebut, Kemkomdigi terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan, termasuk memperluas pembangunan serat optik, memperkuat layanan fixed broadband, dan memanfaatkan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," jelasnya.

Nezar menegaskan pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Meski pembangunan infrastruktur digital terus berlangsung, laporan mengenai wilayah tanpa sinyal masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot," ucapnya.

Ia menjelaskan pemerintah kini mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu dalam membangun konektivitas nasional.

Selain mempertahankan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal melalui program pemerintah, penguatan jaringan juga dilakukan melalui kombinasi serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit agar masyarakat memperoleh layanan internet yang semakin andal.

Nezar menilai kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat. Bahkan, pengalaman saat terjadi bencana menunjukkan pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah bantuan logistik.

"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.