NTB Tawarkan Potensi Investasi Perikanan Pariwisata dan Energi Terbarukan kepada Investor
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMataram, NTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendorong diversifikasi investasi dengan menawarkan sektor nontambang mulai dari perikanan, peternakan, pariwisata, hingga energi terbarukan kepada calon investor.
"NTB merupakan daerah yang sangat strategis untuk investasi, didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan yang saling terhubung di seluruh wilayah," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma dalam keterangan di Mataram, NTB, Kamis (7/5).
Irnadi memaparkan NTB sebagai salah satu daerah penghasil sapi dengan kualitas daging yang unggul dan kompetitif di Indonesia.
Sedangkan, sektor perikanan memiliki banyak komoditas unggul berupa udang vaname, tuna, cakalang, rumput laut hingga garam yang potensial untuk dikembangkan melalui industri pengolahan.
"Di sektor pariwisata, NTB mencatat kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,96 triliun pada 2025," ucap Irnadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan sejumlah destinasi unggulan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Gili Tramena, wisata hiu paus, hingga Gunung Rinjani selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lapangan usaha energi terbarukan juga menjadi prioritas pengembangan seiring dengan menipisnya cadangan bahan bakar fosil.
Suplai batu bara dari Kalimantan yang tidak stabil berdampak terhadap operasional beberapa pembangkit listrik, seperti PLTU Jeranjang di Lombok Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangkit listrik termal tersebut harus menurunkan kapasitas akibat keterbatasan pasokan batu bara.
"Pengembangan energi baru terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Irnadi.
Pada 6 Mei 2026, DPMPTSP NTB melakukan pertemuan dengan investor asal Bulgaria sebagai langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, investor asal Bulgaria, Daniel Dobrev tertarik dengan sejumlah potensi yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Barat, terutama sektor perikanan.
"Saya tertarik pada pengembangan produk tuna secara menyeluruh, tidak hanya daging, tetapi juga berbagai produk olahan lainnya," kata dia.
Daniel mengungkapkan rencana untuk mengajak rekan-rekannya berinvestasi dalam industri pengolahan tuna di Nusa Tenggara Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!