Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekspor Kerajinan Naik 25%! Kemenperin Gaspol Bina 35 Perajin Bambu di Hulu Sungai Selatan

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 23:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Program ini dijalankan Ditjen IKMA bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Dekranasda setempat. Kolaborasi diharapkan memperkuat kemampuan perajin lokal menghasilkan produk lebih modern, inovatif, dan sesuai kebutuhan pasar.

Hasil diversifikasi produk dari pendampingan juga direncanakan dikolaborasikan dengan IKM dodol khas daerah, khususnya untuk pengembangan desain kemasan dan pengemasan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai tindak lanjut, produk hasil pendampingan akan mendapat dukungan promosi melalui pusat oleh-oleh dan kanal pemasaran lain. Produk tersebut direncanakan dipamerkan pada Pameran HUT Dekranas di Makassar dan Pameran Kriyanusa.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para perajin bambu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri,” tutup Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
150 Penumpang Kapal Mogok S...
Nasional
RI Diminta Percepat Transfo...
Jabar Dapat Kuota BSPS Terbanyak Nasional! 42.508 Rumah Tak Layak Huni Direnovasi

Jabar Dapat Kuota BSPS Terbanyak Nasional! 42.508 Rumah Tak Layak Huni Direnovasi

05 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.