Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 13:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Doc: istimewa
Ket. Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM bersama sektor swasta menyelenggarakan kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (22/5)

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan ekosistem industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional sebagai bagian dari strategi transformasi industri menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan memacu keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. Potensi tersebut didukung oleh kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

“Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (28/5).

Menurut Menperin, pemerintah terus mempercepat penguatan struktur industri KBLBB agar memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional. Karena itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga mendorong partisipasi aktif IKM nasional.

“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” tegasnya.

Sebagai salah satu langkah konkret, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM dan sektor swasta menyelenggarakan kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah pembina IKM, asosiasi, serta industri komponen otomotif nasional. Agenda ini bertujuan membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis antara IKM dengan industri besar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus memberikan pemahaman mengenai kebutuhan industri kendaraan listrik, termasuk aspek pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka potensi kemitraan strategis antara IKM alat angkut dengan industri besar serta memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN,” ujar Reni.

Dirjen IKMA menjelaskan, perkembangan industri kendaraan listrik nasional saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada triwulan I tahun 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, populasi bus listrik nasional hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit. Sementara itu, kendaraan listrik roda dua telah mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik di Indonesia.

“Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM komponen otomotif agar dapat turut mendulang manfaat dan memaksimalkan peluang bisnis di masa depan,” ungkapnya.

 Pasar kendaraan listrik

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik juga didukung oleh semakin luasnya infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik umum (SPKLU). Berdasarkan data PT PLN, hingga April 2026 telah tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada tahun 2030 untuk mendukung proyeksi 943.764 unit KBLBB sesuai roadmap Kementerian ESDM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...
Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.