Arab Saudi dan UEA Lancarkan Serangan Rahasia ke Iran
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 01:13 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Arab Saudi berperang, Qatar berperang, UEA berperang, Bahrain berperang, dan Kuwait berperang,” katanya.
Tidak satu pun dari negara-negara tersebut yang secara terbuka menyatakan bahwa mereka melakukan serangan langsung terhadap Iran atau apakah mereka mengizinkan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan dari wilayah mereka.
Para pejabat khawatir bahwa melakukan hal itu justru akan memicu lebih banyak serangan Iran, kata para analis. Bergabung dengan upaya perang yang dipimpin AS dan Israel melawan Iran juga bisa menimbulkan kontroversi di dalam negeri, terutama di wilayah di mana opini publik terhadap Israel cenderung sangat negatif.
Meskipun demikian, para pejabat Saudi dan Uni Emirat Arab telah memperingatkan bahwa mereka berhak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada bulan Maret, beberapa jam setelah delapan rudal balistik meledak di atas ibu kota Arab Saudi, menteri luar negeri kerajaan itu mengatakan bahwa pemerintahnya memiliki kesabaran yang terbatas terhadap Iran dan akan "mengambil tindakan militer jika dianggap perlu."
“Kami tidak akan gentar dalam melindungi negara dan sumber daya ekonomi kami,” kata menteri tersebut, Pangeran Faisal bin Farhan.
Tidak jelas secara pasti apa yang mendorong kedua negara tersebut untuk mempertimbangkan kembali sikap mereka yang relatif pasif dalam perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun menghadapi serangkaian serangan Iran, Arab Saudi tetap mempertahankan hubungan diplomatik dengan Iran dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka dengan para pejabat Iran. Arab Saudi juga secara terbuka mendukung upaya Pakistan untuk menengahi antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri perang.
UEA, yang telah menghadapi serangan Iran yang jauh lebih sering dan merusak daripada Arab Saudi, umumnya mengambil nada yang lebih agresif terhadap Iran dan memperkuat hubungannya dengan Amerika Serikat dan Israel. Selama perang, Israel diam-diam mengirimkan beberapa peralatan pertahanan rudal Iron Dome ke negara itu untuk membantu menangkis serangan Iran, menurut dua orang yang mengetahui langkah tersebut dan berbicara dengan syarat anonim untuk membahas informasi sensitif.
Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara khusus menyebut Uni Emirat Arab sebagai negara yang "terlibat langsung dalam tindakan agresif terhadap negara saya."
“Mereka berpartisipasi dalam serangan-serangan ini dan bahkan mungkin telah bertindak langsung terhadap kami,” katanya, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Fars.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!