Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KAI Semarang Catat Lonjakan Penumpang 10,18 Persen, Minat Naik Kereta Terus Menguat

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
KAI Semarang Catat Lonjakan Penumpang 10,18 Persen, Minat Naik Kereta Terus Menguat Doc: ANTARA/HO-KAI Daop 4 Semarang.
Ket. Penumpang KA di Stasiun Semarang Tawang Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG – Penggunaan moda transportasi kereta api terus menunjukkan tren meningkat seiring semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan terjangkau.

Di tengah kepadatan lalu lintas serta mobilitas yang semakin tinggi, kereta api menjadi pilihan yang kian diminati karena menawarkan efisiensi perjalanan sekaligus mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Tren ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan perkeretaapian yang terus berkembang.

PT KAI mencatat kenaikan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Daop 4 Semarang pada semester I 2026 sebesar 10,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Semarang, Minggu (5/7), mengatakan, di sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat 7,2 juta penumpang yang naik maupun turun di berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang.

Jumlah tersebut, kata dia, naik jika dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 6,5 juta penumpang.

"Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi andalan," katanya.

Menurut dia, PT KAI berkomitmen menjaga layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan efisien.

Ia menjelaskan peningkatan mobilitas tersebut tidak terlepas sejumlah momentum masa libur, seperti angkutan Lebaran 2026, libur nasional, hingga libur panjang akhir pekan.

Ia menuturkan pergerakan penumpang di Stasiun Semarang Tawang masih menjadi yang terpadat di wilayah Daop 4.di sepanjang semester I 2026 yang mencapai 2,1 juta penumpang.

Ia mengatakan layanan kereta api tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi, akses pendidikan, pariwisata, dan integrasi sosial masyarakat.

KAI Daop Semarang, lanjut dia, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan operasional perjalanan, peningkatan fasilitas stasiun, optimalisasi layanan pelanggan, serta penyediaan informasi perjalanan yang cepat dan mudah diakses.

Dengan semakin banyak masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi, tren ini menunjukkan bahwa perjalanan yang nyaman, praktis, dan tepat waktu semakin menjadi kebutuhan utama.

Ke depan, peningkatan penggunaan kereta api diharapkan dapat terus didukung oleh kualitas layanan yang semakin baik, sehingga transportasi publik ini semakin diminati dan menjadi bagian penting dalam mobilitas sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.