Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka Ternyata Kunci Jaga Martabat Bangsa

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 10:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka Ternyata Kunci Jaga Martabat Bangsa Doc: istimewa
Ket. Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) E. Aminudin Aziz saat membuka Seminar Nasional bertema “46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa” di Jakarta, Selasa (12/5)

JAKARTA – Memasuki usia ke-46, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan peringatan hari ulang tahun bukan sekadar seremoni. Momen ini jadi ajang refleksi atas tanggung jawab merawat pengetahuan bangsa.

Lewat Seminar Nasional bertema “46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”, Perpusnas mengajak masyarakat melihat kembali peran pustaka sebagai fondasi peradaban dan martabat bangsa.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyampaikan, perjalanan panjang lembaga ini harus jadi ruang evaluasi diri. “Perpusnas perlu terus bertanya apakah layanan yang diberikan benar-benar telah menjangkau masyarakat dan tetap relevan di tengah perubahan zaman,” katanya, Selasa (12/5).

Aminudin menegaskan, Perpusnas lahir dari kesadaran menjaga warisan pengetahuan bangsa. Apa yang disimpan, dirawat, dan diwariskan ke generasi berikutnya akan menentukan posisi Indonesia di hadapan sejarah.

“Merawat pustaka berarti memastikan pengetahuan tetap hidup, bisa diakses, dibaca, diperdebatkan, dan menginspirasi. Pengetahuan yang tidak bergerak adalah pengetahuan yang sedang menunggu untuk dilupakan,” ujarnya.

Menurutnya, dari pengetahuan yang hidup itulah martabat bangsa dibangun. Masyarakat yang literat tidak mudah termakan informasi liar dan mampu berpikir kritis di tengah derasnya informasi.

 Tetap Relevan di Era Digital

Seminar menghadirkan empat narasumber lintas sektor untuk membahas tantangan dan masa depan perpustakaan serta literasi. 

Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan, sejak awal pembangunan bangsa, perpustakaan sudah jadi bagian penting revolusi pendidikan dan pemberantasan buta huruf. “Perpustakaan terus diulang-ulang dalam buku. Walaupun sekarang ada perpustakaan digital, tetap tidak bisa meninggalkan buku-buku lama,” ujarnya.

Ia mendorong perluasan pembangunan perpustakaan hingga tingkat desa melalui penguatan perpustakaan desa, sekolah rakyat, dan ruang baca masyarakat agar akses pengetahuan lebih merata.

Rieke juga menyoroti pentingnya buku sebagai sumber pustaka yang memuat landasan pemikiran literasi. Ia menyebut sejumlah buku GBHN yang diperjuangkannya bersama Bappenas kini diakui ANRI sebagai ingatan kolektif nasional.

Director Indonesia Doctoral Training Partnership University of Nottingham Bagus P. Muljadi menyebut khazanah pustaka Nusantara di Perpusnas menyimpan sistem pengetahuan yang kaya. 

Ia mencontohkan pemahaman masyarakat Jawa tentang hubungan Gunung Merapi, Laut Selatan, dan aktivitas alam sebagai satu kesatuan kosmologis. “Orang Jawa sudah tahu bahwa raja sesungguhnya adalah alam itu sendiri,” katanya.

Menurut Bagus, pengetahuan lokal Nusantara banyak yang nyambung dengan ilmu modern dan relevan untuk dikembangkan di level global. Peran pustakawan jadi krusial sebagai pengelola pengetahuan, termasuk naskah kuno Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

BNN Gerebek 3,37 Ton Narkoba di Gresik

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BNN Gerebek 3,37 Ton Narkob...
Daerah
Badan Geologi: Gunung Anak ...

Disney Tengah Garap Film “Moana 3”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Disney Tengah Garap Film �...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.