Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi: Konektivitas Harus Dorong Pertumbuhan dan Keamanan di Masyarakat

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 06:00 WIB | Oleh:
Menkomdigi: Konektivitas Harus Dorong Pertumbuhan dan Keamanan di Masyarakat Doc: antara foto
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas di Indonesia harus mampu mendorong pertumbuhan sekaligus memastikan keamanan masyarakat.

Meutya mengatakan, pemerintah saat ini masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas konektivitas nasional. Saat ini tercatat sekitar 80 persen populasi atau sekitar 230 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan layanan digital.

“Keinginan kita adalah bagaimana agar 280 juta warga Indonesia bisa terhubung dan tidak hanya di daerah-daerah yang dekat dari Pulau Jawa tapi di berbagai daerah sampai Sabang, sampai Merauke, sampai Pulau Rote, sampai Miangas,” kata Meutya dalam acara peresmian operasional Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Ia mengatakan, pemerintahan mengusung konsep tiga pilar arah pembangunan digital nasional yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga.

Menurut Meutya, pembangunan konektivitas tidak cukup hanya menghadirkan akses internet, tetapi juga harus mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Tidak ada pembangunan konektivitas yang perlu dilakukan kalau dia tidak berujung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan ini pertumbuhan manusianya, pertumbuhan ekonominya, dan pertumbuhan hal-hal yang tentu mengarah ke kebaikan,” katanya.

Selain pertumbuhan, Meutya menegaskan pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek keamanan dan perlindungan masyarakat di ruang digital.

Ia menilai konektivitas dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak dibarengi dengan upaya menjaga ruang digital tetap aman.

Meutya mencontohkan berbagai ancaman digital seperti eksploitasi seksual terhadap anak hingga radikalisasi melalui gim daring yang perlu diantisipasi bersama.

“Tidak ada konektivitas yang perlu diperjuangkan kalau kita tidak bisa menjaga, karena konektivitas itu justru dapat berujung kepada kemudaratan kalau tidak kita jaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Meutya juga mengapresiasi peresmian operasional Satelit Nusantara 5 yang disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia.

Ia berharap kehadiran satelit tersebut dapat mendukung keterhubungan, pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus menjaga kedaulatan digital Indonesia, termasuk di wilayah terluar.

Menurut dia, pengembangan ekosistem digital dan antariksa nasional membutuhkan keberanian, inovasi, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan industri.

“Kalau kita mengikuti langkah-langkah Presiden Prabowo yang memang selalu ingin bahwa Indonesia hadir dalam berbagai konteks di kancah internasional, ternyata di antariksa kita juga hadir. Jadi bukan cuman di geopolitik yang kita lihat saat ini tapi di antariksa juga kita hadir,” kata Meutya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.