Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jaktim Sebut Ikan Sapu-sapu Jadi Tanda Darurat Sungai Jakarta

📅 Senin, 11 Mei 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Pemkot Jaktim Sebut Ikan Sapu-sapu Jadi Tanda Darurat Sungai Jakarta Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Warga menjaring ikan sapu-sapu dałam operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4).

JAKARTA -- Wakil Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim) Kusmanto menilai maraknya ikan sapu-sapu di sungai-sungai di Jakarta menjadi indikator kerusakan serius ekosistem perairan ibu kota.

"Ikan sapu-sapu ini sangat kuat terhadap pencemaran dan bahan kimia. Akhirnya, dia berkembang biak dan merusak ekosistem sungai," kata Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, keberadaan ikan sapu-sapu menandakan tingkat pencemaran sungai yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas manusia dan rendahnya kesadaran menjaga lingkungan.

Dia membandingkan kondisi sungai Jakarta masa kini dengan era 1960 hingga 1980-an yang dinilainya masih memiliki kualitas lingkungan yang baik.

Kusmanto pun mengaku pernah merasakan langsung kondisi sungai Jakarta yang masih bersih saat ia kecil. Dia bahkan pernah mandi dan bermain di aliran kali di kawasan Jakarta Selatan yang saat itu masih dipenuhi ikan-ikan lokal khas Betawi.

Namun seiring perkembangan pembangunan, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya pencemaran, kondisi sungai berubah drastis.

Banyak limbah rumah tangga dan bahan kimia masuk ke aliran sungai, ditambah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Menurut Kusmanto, persoalan semakin kompleks karena banyak saluran limbah rumah tangga dan tinja yang bermuara langsung ke sungai. Akibatnya, kualitas air menurun dan hanya spesies tertentu yang mampu bertahan hidup.

Awalnya, kata dia, ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan hias pembersih akuarium yang populer pada era 1990-an. Namun karena dibuang ke sungai, ikan itu berkembang biak secara liar.

Kusmanto menyebutkan dominasi ikan sapu-sapu menyebabkan berbagai ikan lokal, seperti gabus, sepat, tawes, betok, serta betik semakin sulit ditemukan, bahkan nyaris punah di perairan Jakarta.

Dia mencontohkan kegiatan penangkapan ikan di Sungai Ciliwung bersama influencer dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin yang justru didominasi hasil tangkapan ikan sapu-sapu.

"Harusnya dapat ikan lokal, tapi yang didapat malah sapu-sapu semua. Ini menurut saya sudah darurat," ucap Kusmanto.

Jika tidak segera ditangani, sambung dia, maka bukan tidak mungkin akan muncul spesies lain yang lebih tahan terhadap pencemaran dan semakin merusak ekosistem.

Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengubah pola pandang terhadap sungai dengan menjadikannya sebagai halaman depan rumah yang wajib dijaga, bukan lagi tempat membuang sampah dan limbah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.