IHSG Nyaris Tumbang ke 6.800: Inilah 3 FaktorUtama yang Bikin Pasar Modal Rontok Hari Ini
📅 Senin, 11 Mei 2026, 17:30 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk ke zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (11/5).
Kombinasi tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka kritis Rp17.400 per dollar AS serta kepastian pemberlakuan tarif royalti tambang pada Juni mendatang sukses memupus harapan pelaku pasar. Meski sempat muncul sentimen positif sesaat dari wacana penundaan royalti oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), nyatanya volatilitas global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap memaksa indeks parkir dengan koreksi 0,92 persen.
“Setelah melanjutkan koreksi pada sesi 1, IHSG sempat rebound terbatas setelah diberitakan bahwa Menteri ESDM menunda rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas untuk tembaga, timah, nikel, emas dan perak, untuk menyusun formulasi yang lebih optimal dan adil bagi semua pihak,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026, yang diikuti dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).
Rencana tersebut dinilai turut menjadi faktor yang membuat IHSG tetap parkir di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelemahan rupiah hingga posisi di atas Rp17.400 per dolar AS juga menambah sentimen negatif,” jelas Ratna.
Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah seiring kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal damai dari Iran.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco memproyeksikan IHSG akan melanjutkan pelemahan dan menguji level support di kisaran 6.750-6.850.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 263 saham menguat, 463 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12.283 triliun.
Aktivitas perdagangan hari ini mencapai 39,08 miliar saham dengan frekuensi 2,8 juta transaksi, sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp20,41 triliun.
Berdasarkan sektornya, hanya sektor infrastruktur yang masih mencatat penguatan 1,52 persen pada penutupan perdagangan hari ini.
Sebaliknya, pelemahan terjadi pada sektor transportasi sebesar 2,88 persen, sektor energi 2,02 persen, sektor keuangan 1,74 persen, sektor perindustrian 1,46 persen, sektor kesehatan 1,05 persen, sektor barang konsumen primer 0,88 persen, sektor properti 0,80 persen, sektor teknologi 0,53 persen, sektor barang baku 0,19 persen, dan sektor barang konsumen non-primer 0,13 persen.
a
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!