Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Klaim Minat Investor Membludak, Proyek PSEL Jadi Primadona Baru?

📅 Senin, 11 Mei 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danantara Klaim Minat Investor Membludak, Proyek PSEL Jadi Primadona Baru? Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Ilustrasi - Instalasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Meningkatnya minat investor terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) menunjukkan bahwa sektor pengelolaan lingkungan mulai dipandang sebagai peluang bisnis yang memiliki prospek jangka panjang.

Pertumbuhan volume sampah perkotaan, kebutuhan energi alternatif, serta dorongan transisi menuju ekonomi hijau menjadi faktor utama yang meningkatkan daya tarik investasi di sektor ini.

Selain memberikan potensi keuntungan ekonomi, proyek PSEL juga dinilai memiliki nilai strategis karena mendukung target pengurangan emisi dan ketahanan energi nasional.

Namun, ketertarikan investor tetap sangat bergantung pada kepastian regulasi, skema tarif listrik, serta dukungan pemerintah terhadap pembiayaan dan infrastruktur.

Risiko terkait teknologi, pasokan sampah, hingga penerimaan masyarakat juga menjadi faktor yang diperhitungkan dalam keputusan investasi.

Karena itu, keberhasilan pengembangan PSEL tidak hanya membutuhkan modal besar, tetapi juga tata kelola yang konsisten agar proyek dapat berjalan berkelanjutan dan menarik investasi jangka panjang.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut lebih dari 100 investor telah mendaftar dalam pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua di berbagai daerah.

“Tahap kedua akan kita buka sebentar lagi. Sudah 100 lebih kok yang mendaftar,” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengembangan proyek PSEL tidak sepenuhnya dibiayai Danantara, namun dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari pemenang tender.

“Enggak (semua dibiayai Danantara), kan ada partner-nya juga, ada investor lain yang masuk,” ujarnya.

Pandu mengatakan mitra yang terlibat akan dipilih berdasarkan teknologi terbaik untuk pengolahan sampah.

Ia menjelaskan total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun.

Menurut dia, nilai tersebut mencakup total sekitar 33 proyek PSEL di berbagai daerah.

“Total proyek itu 5 miliar dolar AS untuk semuanya,” ucap Pandu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Olahraga
Dugaan Match Fixing Bulu Ta...
Luar Negeri
Spanyol Siaga Hadapi Ancama...
Luar Negeri
AS Perkuat Komitmen ke Asea...

Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia

35 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Juli Jadi Bulan Terpanas Ke...

Apa yang Terjadi pada Masa Depan X-Men di Bawah Marvel?

57 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Apa yang Terjadi pada Masa ...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.