Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Klaim Minat Investor Membludak, Proyek PSEL Jadi Primadona Baru?

8 Senin, 11 Mei 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danantara Klaim Minat Investor Membludak, Proyek PSEL Jadi Primadona Baru? Danantara Klaim Minat Investor Membludak, Proyek PSEL Jadi Primadona Baru? Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Ilustrasi - Instalasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Meningkatnya minat investor terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) menunjukkan bahwa sektor pengelolaan lingkungan mulai dipandang sebagai peluang bisnis yang memiliki prospek jangka panjang.

Pertumbuhan volume sampah perkotaan, kebutuhan energi alternatif, serta dorongan transisi menuju ekonomi hijau menjadi faktor utama yang meningkatkan daya tarik investasi di sektor ini.

Selain memberikan potensi keuntungan ekonomi, proyek PSEL juga dinilai memiliki nilai strategis karena mendukung target pengurangan emisi dan ketahanan energi nasional.

Namun, ketertarikan investor tetap sangat bergantung pada kepastian regulasi, skema tarif listrik, serta dukungan pemerintah terhadap pembiayaan dan infrastruktur.

Risiko terkait teknologi, pasokan sampah, hingga penerimaan masyarakat juga menjadi faktor yang diperhitungkan dalam keputusan investasi.

Karena itu, keberhasilan pengembangan PSEL tidak hanya membutuhkan modal besar, tetapi juga tata kelola yang konsisten agar proyek dapat berjalan berkelanjutan dan menarik investasi jangka panjang.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut lebih dari 100 investor telah mendaftar dalam pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua di berbagai daerah.

“Tahap kedua akan kita buka sebentar lagi. Sudah 100 lebih kok yang mendaftar,” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengembangan proyek PSEL tidak sepenuhnya dibiayai Danantara, namun dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari pemenang tender.

“Enggak (semua dibiayai Danantara), kan ada partner-nya juga, ada investor lain yang masuk,” ujarnya.

Pandu mengatakan mitra yang terlibat akan dipilih berdasarkan teknologi terbaik untuk pengolahan sampah.

Ia menjelaskan total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun.

Menurut dia, nilai tersebut mencakup total sekitar 33 proyek PSEL di berbagai daerah.

“Total proyek itu 5 miliar dolar AS untuk semuanya,” ucap Pandu.

Ia mengatakan setiap proyek diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,7 triliun.

Pandu menambahkan PT Danantara Investment Management bersama anak perusahaan, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), akan ikut berpartisipasi dalam seluruh proyek PSEL tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengejutkan! Moldova Disebu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.