Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PPPA Ungkap Perempuan Kunci Ketahanan Digital Keluarga

5 Minggu, 10 Mei 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Menteri PPPA Ungkap Perempuan Kunci Ketahanan Digital Keluarga Menteri PPPA Ungkap Perempuan Kunci Ketahanan Digital Keluarga Doc: Dok Humas Kementerian PPPA
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan perempuan harus menjadi garda terdepan menjaga ketahanan digital keluarga nasional. Ia mengingatkan derasnya arus informasi digital juga membawa ancaman siber bagi anak dan keluarga di rumah saat ini.

“Memasuki era digital, perempuan tidak boleh tinggal diam. Kita harus mampu membaca kondisi, menganalisis perubahan, menentukan langkah untuk memberdayakan diri sekaligus melindungi keluarga,” ucap dia dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (10/5).

Arifah menilai perempuan menjadi pilar keluarga sekaligus pendidik pertama yang membentuk karakter digital anak sejak usia dini kini. Karena itu, literasi digital penting agar keluarga terhindar dari hoaks, konten negatif, dan kekerasan daring yang meresahkan masyarakat.

“Perempuan adalah pilar utama keluarga sekaligus pendidik pertama anak, sehingga literasi digital menjadi sangat penting. Dengan kemampuan digital yang baik, keluarga lebih terlindungi dari hoaks, konten negatif, dan kekerasan online,” ucap Arifah.

Kementerian PPPA terus memperkuat literasi digital perempuan serta mendorong keterlibatan mereka dalam bidang STEM nasional secara lebih luas. Pemerintah juga menggencarkan kampanye pencegahan kekerasan berbasis gender online demi ruang digital aman bersama bagi perempuan dan anak.

“Kami terus memperkuat literasi digital perempuan serta mendorong keterlibatan mereka di bidang STEM. Kami juga menggalakkan pencegahan KBGO demi menciptakan ruang digital yang aman bagi perempuan dan anak,” ucap Arifah.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Perempuan Peduli Indonesia, Atifah Hasan, menilai penguatan kapasitas perempuan menjadi kunci menjaga ketahanan keluarga digital. Menurutnya, transformasi digital yang bergerak cepat menuntut perempuan adaptif agar keluarga tetap kuat dan aman menghadapi perubahan zaman.

“Perempuan berada di garis terdepan perubahan, baik sebagai penjaga nilai dalam keluarga maupun agen perubahan di masyarakat. Jika perempuan tidak diperkuat, ketahanan keluarga akan melemah,” ujar Atifah Hasan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Diisukan Jadi Cawapres Gant...
Rona
Ini Daftar Lengkap Pemenang...
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diperkirakan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.