Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sopir Taksi Green SM Beri Keterangan pada Polisi dalam Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Ini Katanya!

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 18:12 WIB | Oleh:
Sopir Taksi Green SM Beri Keterangan pada Polisi dalam Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Ini Katanya! Doc: ANTARA/Ilham Kausar
Ket. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat (8/5).

JAKARTA - Polda Metro Jaya membeberkan keterangan sopir taksi Green SM berinisial RRP yang berhasil selamat saat insiden kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan berdasarkan keterangan yang bersangkutan pada saat itu mobil berhenti atau mati di perlintasan sebidang jalur kereta api.

"Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir," katanya.

Kemudian, Budi menjelaskan sopir mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil.

"Sehingga sopir bisa keluar selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir," kata Budi.

Kemudian saat dikonfirmasi terkait penyebab kendaraan tersebut berhenti atau mati, Budi menyebutkan hal tersebut masih dilakukan pendalaman.

"Ini masih didalami. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel," ujarnya.

Budi juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu hasil pendalaman tersebut. Pihaknya juga akan memperbarui tentang informasi hasil dari Puslabfor termasuk dari KNKT.

Sebelumnya, Budi menyampaikan bahwa sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang terlibat kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur pada Senin (27/4), baru masuk kerja hari ketiga saat insiden.

“Dari hasil keterangan driver atau pun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi.

Saat diperiksa, RRP mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut pun hanya sebatas pengenalan fitur dasar mobil listrik.

"Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” kata Budi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.