Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Perubahan Iklim, Kaltim Gencarkan Diversifikasi Pangan Lokal

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 06:11 WIB | Oleh:
Hadapi Perubahan Iklim, Kaltim Gencarkan Diversifikasi Pangan Lokal Doc: antara foto
Ket. Pangan lokal Kaltim

SAMARINDA - Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak masyarakat untuk segera beralih ke pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada beras.

Langkah diversifikasi ini menjadi strategi utama menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim yang kian nyata, kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Dina Widyastuti, di Samarinda, Kamis (7/5).

Dalam dialog bertajuk "Bijak Kelola Pangan Hadapi Perubahan Iklim di Samariinda, Dia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem saat ini berdampak langsung pada pola tanam dan produktivitas petani.

"Kondisi cuaca yang tidak menentu menuntut adaptasi kuat. Kita harus memastikan ketersediaan pangan tetap aman dengan tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja," kata Dina.

Dina menekankan pentingnya membiasakan konsumsi pangan lokal sebagai alternatif beras, seperti ubi dan jagung.

"Kaltim sendiri kaya akan sumber pangan non beras yang potensial dikembangkan sebagai pilar ketahanan pangan daerah jangka panjang," kata Dina.

Dina memaparkan sejumlah komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar sebagai substitusi karbohidrat sekaligus komoditas ekonomi tinggi, yakni singkong gajah, Jelay (Hanjeli) atau tanaman tradisional di Kutai Barat,pisang kepok, jagung dan umbi- umbian.

Selain mendorong konsumsi lokal, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas melalui penguatan jalur distribusi.

"Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal distribusi yang lancar dan kesadaran masyarakat dalam mengelola pangan secara bijak," tambahnya.

Dina juga menyelipkan pesan penting: kurangi pemborosan makanan (food waste). Mengurangi sampah makanan dan mendukung produk lokal adalah bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.