Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalau Industri Domestik Mau Kuat, Maksimalkan Penggunaan Produk Lokal

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 08:20 WIB | Oleh:
Kalau Industri Domestik Mau Kuat, Maksimalkan Penggunaan Produk Lokal Doc: ist
Ket. cinta produk lokal

JAKARTA – Jika warga sendiri tidak mau menggunakan produk local, sulit industri dalam negeri mau kuat. Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga mengatakan langkah memperkuat pasar nasional melalui optimalisasi penggunaan produk lokal yang diinisiasi oleh Menteri Perindustrian merupakan kunci kebangkitan industri nasional secara menyeluruh.

Menurut dia, ketika industri nasional bangkit maka lapangan pekerjaan akan terbuka luas.

"Ketika produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka industri nasional akan tumbuh, kapasitas produksi meningkat, dan efek langsungnya adalah terbukanya lapangan kerja yang luas,"kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Lamhot menjelaskan kebijakan yang dilakukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mendorong belanja dan penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi menjadi fondasi penting dalam memperkuat struktur industri nasional secara menyeluruh.

Ia menegaskan, sektor industri pengolahan saat ini merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 19,07 persen pada 2025, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi nasional.

Tidak hanya itu, ia melanjutkan, sektor ini juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi dengan tren pertumbuhan yang stabil dan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dia menjelaskan bahwa penguatan produk lokal akan memberikan efek domino yang sangat signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menurut dia, ketika permintaan terhadap produk dalam negeri meningkat, maka industri akan terdorong untuk meningkatkan produksi, yang pada akhirnya membutuhkan tambahan tenaga kerja.

"Ini bukan hanya soal substitusi impor, tetapi soal menciptakan ekosistem industri yang sehat. Dari hulu ke hilir akan bergerak, mulai dari bahan baku, distribusi, hingga sektor jasa pendukung,” ujarnya.

Data pemerintah menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia telah menyerap sekitar 18,82 juta tenaga kerja hingga 2024, menjadikannya salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Ia menilai, angka tersebut berpotensi meningkat signifikan apabila kebijakan afirmasi terhadap produk lokal dijalankan secara konsisten oleh pemerintah, termasuk melalui belanja negara dan proyek-proyek strategis nasional.

Lamhot juga menyoroti masih tingginya tekanan dari produk impor terhadap industri dalam negeri, yang berdampak langsung pada penurunan utilisasi industri dan terbatasnya penyerapan tenaga kerja.

"Pasar domestik kita sangat besar. Kalau ini tidak kita jaga, maka yang menikmati justru produk impor. Padahal, jika kita optimalkan produk lokal, manfaat ekonominya akan berputar di dalam negeri," katanya menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.