Eset Perkuat Proteksi Hybrid Cloud Lewat Fitur Baru Terintegrasi
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 19:25 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Transformasi digital yang semakin masif di Indonesia mendorong banyak organisasi beralih ke layanan komputasi awan atau cloud untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas bisnis. Namun, di balik kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan teknologi tersebut, ancaman keamanan siber juga berkembang semakin kompleks. Infrastruktur cloud kini menjadi salah satu target utama serangan digital, mulai dari ransomware, pencurian data, hingga kesalahan konfigurasi yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Melihat situasi tersebut, perusahaan keamanan siber global ESET resmi menghadirkan fitur terbaru ESET Cloud Workload Protection yang terintegrasi langsung ke dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pelanggan di Indonesia. Peluncuran solusi ini diumumkan pada Kamis (7/5) sebagai bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat perlindungan organisasi yang kini semakin bergantung pada ekosistem hybrid dan multi-cloud.
Kehadiran fitur baru ini memungkinkan pelanggan memperluas perlindungan keamanan mereka hingga ke cloud workload, baik yang berada di public cloud, private cloud, maupun virtual machine yang berjalan di lingkungan on-premise. Integrasi tersebut memungkinkan seluruh proses pengawasan dilakukan melalui satu tampilan terpadu atau single pane of glass, sehingga tim teknologi informasi dapat memantau kondisi keamanan secara menyeluruh tanpa harus berpindah antar sistem.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat adopsi cloud di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Berdasarkan laporan lembaga riset Mordor Intelligence, nilai pasar cloud Indonesia diperkirakan mencapai 2,81 miliar dolar AS pada 2026 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,5 miliar dolar AS pada 2031. Angka tersebut mencerminkan percepatan migrasi perusahaan menuju infrastruktur digital berbasis cloud.
Meski demikian, pertumbuhan pesat itu tidak selalu diimbangi kesiapan sistem keamanan. Banyak organisasi, terutama usaha kecil dan menengah, masih menghadapi keterbatasan dalam membangun proteksi yang memadai di lapisan cloud. Tantangan seperti kesalahan konfigurasi sistem, minimnya visibilitas terhadap ancaman, hingga keterbatasan sumber daya manusia di bidang keamanan siber menjadi persoalan yang kerap ditemui.
Sebaiknya Anda baca juga:
Risikonya tidak kecil. Studi global yang dilakukan IBM mencatat rata-rata kerugian akibat pelanggaran data di lingkungan public cloud kini mencapai 5,17 juta dolar AS per insiden. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan lingkungan teknologi informasi lainnya.
Chief Technology Officer Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan cloud kini telah menjadi fondasi utama bagi berbagai inisiatif bisnis digital di Indonesia. Menurut dia, perlindungan terhadap cloud workload harus menjadi perhatian utama organisasi agar transformasi digital dapat berjalan aman.
“Semakin banyak organisasi di Indonesia yang menjadikan public cloud sebagai urat nadi bisnis digital mereka. Dengan ESET Cloud Workload Protection, kami membantu mengurangi permukaan serangan dengan memperluas proteksi ke cloud workload pengguna, baik di public cloud, private cloud, maupun virtual machine di on-premise,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara teknis, fitur ini mendukung integrasi dengan sejumlah platform cloud global seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform. Setelah terhubung dengan platform ESET PROTECT, data virtual machine akan dimasukkan ke dalam ekosistem ESET PROTECT XDR.
Dengan sistem tersebut, administrator dapat melakukan deployment agen proteksi secara otomatis. Hal ini memungkinkan virtual machine terlindungi secara langsung dari berbagai ancaman siber tanpa proses implementasi yang rumit.
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Sistem mampu mendeteksi anomali, mengenali ancaman berbasis perilaku, serta melakukan otomatisasi respons secara real-time. Dengan kemampuan ini, tim IT tidak hanya memperoleh notifikasi ketika terjadi serangan, tetapi juga dapat mengambil tindakan mitigasi lebih cepat sebelum dampaknya meluas.
ESET juga menekankan bahwa modul ini dirancang dengan performa ringan sehingga tidak membebani infrastruktur server. Efisiensi tersebut penting bagi perusahaan yang membutuhkan perlindungan tambahan tanpa harus mengorbankan kinerja operasional sistem.
Selain fungsi proteksi, fitur ini juga mendukung kebutuhan audit dan kepatuhan regulasi. Sistem mampu membantu validasi kontrol keamanan serta mempermudah penyusunan laporan bukti audit untuk memenuhi standar internasional seperti NIST, Center for Internet Security, hingga PCI DSS.
Di Indonesia, aspek kepatuhan semakin krusial seiring implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi serta berbagai pedoman keamanan yang dikeluarkan Badan Siber dan Sandi Negara. Solusi seperti ESET Cloud Workload Protection dinilai dapat membantu organisasi memenuhi tuntutan tersebut secara lebih efisien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!