Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Bali Memilih Mengurus Rumah Tangga daripada Kerja

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 07:12 WIB | Oleh:
Warga Bali Memilih Mengurus Rumah Tangga daripada Kerja Doc: ist
Ket. angkan kerja menurun

DENPASAR – Kenyataan unik terjadi di Bali di mana warganya enggan bekerja. Mereka memilih mengurus rumah tangga. Apakah tidak bisa berjalan simultan? Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menyebut jumlah partisipasi angkatan kerja di Bali turun dibanding Februari 2025.

“Angkatan Kerjanya sebanyak 2,66 juta orang, jumlah Angkatan Kerja ini turun 77,85 ribu orang karena sebagian diantaranya menjadi Bukan Angkatan Kerja,” ucap Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Selasa.

Setelah didalami, BPS Bali menemukan bergesernya penduduk usia kerja yang mestinya masuk Angkatan Kerja menjadi Bukan Angkatan Kerja karena memilih untuk mengurus rumah tangga dan melanjutkan pendidikan.

Lebih jauh Agus Gede menjelaskan pada pendataan Februari 2026 jumlah Penduduk Usia Kerja di Bali 3,56 juta orang, namun yang menjadi Angkatan Kerja 2,66 juta orang sementara sisanya sebanyak 0,90 juta orang tidak bekerja.

Dari sekitar 900 ribu penduduk usia produktif tersebut, jumlahnya sudah termasuk naik 105,10 ribu tahun ini, mereka terdiri dari 0,44 juta orang yang memutuskan mengurus rumah tangga, 0,34 juta orang melanjutkan sekolah, dan 0,12 juta karena alasan lainnya.

Dari 2,66 juta Angkatan Kerja, sebanyak 2,62 juta sudah bekerja dan 42,32 ribu masih pengangguran, dimana penyerapan tenaga kerja ini termasuk menurun sehingga tingkat pengangguran terbuka meningkat.

Fenomena ini kemudian menjadi sorotan, sehingga dijabarkan lebih jauh dengan membandingkan berdasarkan jenis kelamin.

Pada tingkat partisipasi Angkatan Kerja, BPS Bali menemukan ternyata penurunan partisipasi kompak terjadi pada laki-laki dan perempuan Bali.

Kemudian untuk Angkatan Kerja yang belum terserap atau masih pengangguran hanya meningkat pada jenis kelamin laki-laki.

Kepala BPS Bali tak dapat memastikan apakah pengangguran ini disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja atau bukan, namun ia membenarkan bahwa beberapa mengalami PHK.

“Jadi bisa diartikan 1-2 dari 100 orang Angkatan Kerja di Bali adalah pengangguran atau belum bisa terserap di lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Meski Angkatan Kerja dan masyarakat yang sudah mendapat pekerjaan jumlahnya turun, BPS Bali tetap melihat peluang lapangan kerja yang besar di Pulau Dewata saat ini yaitu bidang pertanian, perdagangan, dan industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Lewat Kreativitas, Festival...
Nasional
Wamenekraf Dorong Inovasi J...
Daerah
KAI: Penumpang KA Ciremai S...
Daerah
KAI: Pelanggan KA Makassar-...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.