Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Bulan Maret Menurun, Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Efisiensi Logistik

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 15:20 WIB | Oleh:
Ekspor Bulan Maret Menurun, Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Efisiensi Logistik Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan PDB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,14 persen, diikuti Jasa Lainnya 9,91 persen serta Transportasi dan Pergudangan 8,04 persen. Industri Pengolahan sebagai sektor terbesar tumbuh 5,04 persen. 

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi mengatakan pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan aktivitas logistik menjadi salah satu penggerak penting ekonomi. Namun, peningkatan aktivitas tersebut harus diikuti efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, integrasi antarmoda, dan digitalisasi rantai pasok.

"Kami menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen (y-on-y) menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang cukup baik. Namun, kontraksi 0,77 persen secara triwulanan (q-to-q) mengindikasikan penguatan kualitas pertumbuhan diperlukan agar tidak terlalu bertumpu pada faktor musiman dan konsumsi domestik," katanya dalam keterangan tertulisnya, kemarin. 

Dari sisi pengeluaran, tambahnya, pertumbuhan masih ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dan berkontribusi 54,36 persen terhadap PDB. PMTB tumbuh 5,96 persen, sedangkan ekspor barang dan jasa hanya tumbuh 0,90 persen, jauh di bawah impor barang dan jasa yang tumbuh 7,18 persen. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih perlu diperkuat dari sisi produktivitas industri dan daya saing ekspor. 

SCI merekomendasikan pemerintah memperkuat konektivitas logistik dari sentra produksi ke pasar dan pelabuhan, mempercepat digitalisasi layanan logistik, serta mendorong pengembangan pusat konsolidasi barang di luar Jawa. Hal ini penting karena struktur ekonomi masih terkonsentrasi di Jawa dengan kontribusi 57,24 persen, meskipun Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi mencatat pertumbuhan tinggi masing-masing 7,93 persen dan 6,95 persen.

Pada perdagangan internasional, BPS mencatat ekspor Januari-Maret 2026 mencapai USD66,85 miliar atau hanya naik 0,34 persen, sementara ekspor Maret 2026 turun 3,10 persen secara tahunan menjadi USD22,53 miliar. 

Sebaliknya, impor Januari-Maret 2026 naik 10,05 persen menjadi USD61,30 miliar, terutama didorong impor bahan baku/penolong dan barang modal. Neraca perdagangan masih surplus USD5,55 miliar, tetapi lebih rendah dibanding surplus Januari-Maret 2025 sebesar USD10,91 miliar. 

Setijadi menilai penurunan ekspor Maret perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi pelemahan berkepanjangan. Ekspor nonmigas masih ditopang industri pengolahan yang naik 3,96 persen, tetapi ekspor pertanian turun 32,18 persen dan pertambangan turun 11,17 persen. Di sisi lain, kenaikan impor barang modal dapat menjadi indikasi ekspansi kapasitas produksi, namun harus dikawal agar berdampak pada peningkatan produktivitas dan ekspor bernilai tambah.
 
"SCI merekomendasikan pemerintah dan pelaku usaha memperkuat hilirisasi, diversifikasi pasar ekspor, konsolidasi muatan ekspor, efisiensi pelabuhan, serta layanan logistik ekspor yang lebih kompetitif. Kenaikan impor bahan baku dan barang modal perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, memperdalam rantai pasok domestik, dan mengurangi ketergantungan impor dalam jangka menengah," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Luar Negeri
Putin dan Xi Bahas Ketidakp...
Luar Negeri
Pertemuan Trump-Kim Bisa Te...
Luar Negeri
AS Usik Inggris Terkait Kep...
Advertisement
Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.