Desa Jadi Magnet Baru, Tren Cari Kerja di Jabar Berubah Arah
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menekankan pentingnya penguatan lembaga ekonomi di tingkat desa agar pusat pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah industri seperti Karawang atau Bekasi.
Tanpa strategi pemerataan yang kuat, beban pengangguran akan terus berpindah dan sulit dituntaskan.
"Kita masih ada disparitas, baik dari sisi ekonomi maupun pengangguran. Kalau tidak ditangani, orang akan terus lari ke wilayah tertentu seperti pusat industri. Maka, penguatan aktivitas ekonomi di desa menjadi sangat penting agar disparitas berkurang," tuturnya.
BPS Jabar mencatat dari 26,89 juta angkatan kerja di Jabar, sektor Perdagangan Besar dan Eceran masih menjadi "penyelamat" utama dengan menyerap 21,81 persen tenaga kerja. Disusul sektor Industri (18,32 persen) dan Pertanian (15,57 persen).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dilihat dari statusnya, pasar kerja Jabar masih didominasi sektor informal sebesar 55,80 persen (14,01 juta orang), sementara pekerja formal tercatat 44,20 persen (11,09 juta orang).
Sedangkan dari sisi pendidikan, mayoritas penduduk bekerja masih didominasi lulusan SD sebanyak 8,58 juta orang (34,18 persen), sementara lulusan sarjana (S1-S3) baru mencapai 11,31 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!