Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY Bentuk Karakter Berbudi Luhur Lewat Pendidikan Khas Kejogjaan

📅 Senin, 04 Mei 2026, 17:05 WIB | Oleh:
DIY Bentuk Karakter Berbudi Luhur Lewat Pendidikan Khas Kejogjaan Doc: antara foto
Ket. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam peluncuran Pendidikan Khas Kejogjaan di SMAN 6 Yogyakarta, Senin (4/5).

YOGYAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membentuk karakter generasi muda menjadi jalma kang utama atau berbudi pekerti luhur melalui Pendidikan Khas Kejogjaan, yang merupakan program pendidikan berbasis budaya Yogyakarta.

"Peluncuran hari ini adalah penanda penting bahwa Pendidikan Khas Kejogjaan telah beranjak dari gagasan menuju gerakan nyata, dari konsep menuju implementasi," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan peluncuran Pendidikan Khas Kejogjaan di SMAN 6 Yogyakarta, Senin (4/5).

Oleh karena itu, Sri Sultan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menghidupkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari.

dunia yang bergerak semakin cepat, pendidikan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tantangannya bukan hanya bagaimana melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang utuh.

"Sebab kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa disertai kedewasaan nilai, dapat membuat manusia kehilangan arah, bahkan tercerabut dari akar budayanya sendiri," katanya.

Dalam konteks inilah Yogyakarta memilih jalannya, dan meyakini bahwa pendidikan tidak boleh dipahami semata-mata sebagai proses pengajaran, melainkan juga sebagai proses pembudayaan.

"Pendidikan harus menjadi ruang bertemunya pengetahuan, karakter, dan kesadaran hidup. Oleh karena itu, Pendidikan Khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bukan sekadar sebuah program, melainkan juga sebuah gerakan kebudayaan," kata Sultan.

Menurut Sultan, gerakan ini berangkat dari falsafah luhur Hamemayu Hayuning Bawana, yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

"Dari sanalah pendidikan diarahkan bukan hanya untuk mencetak manusia yang pandai, tetapi juga manusia yang mampu menjaga keseimbangan hidup, memiliki kepekaan sosial, serta bertanggung jawab terhadap lingkungannya," katanya.

Gubernur DIY mengatakan, Pendidikan Khas Kejogjaan juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga hidup dalam Tri Sentra Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Bahkan bertumpu pada sinergi khas Yogyakarta, yakni Keraton, Kampus, dan Kampung, yang menjadi ekosistem hidup bagi tumbuhnya karakter generasi.

Melalui Pendidikan Khas Kejogjaan, Sri Sultan mengatakan, pemerintah daerah sesungguhnya sedang menghadirkan ruang bersama, tempat nilai, budaya, dan pembelajaran bertemu dalam laku yang hidup.

"Dari geguritan, macapat, tari, hingga ekspresi para siswa, kita dapat merasakan bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal penjiwaan. Sebagaimana pitutur luhur mengajarkan ngèlmu iku kalakoné kanthi laku," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Mensos Ajak Warga Aktif Kor...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.