Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kunjungi Kebun Tebenan, Dewan Komisaris PTPN I Kawal Fungsi Pengawasan

6 Minggu, 07 Jun 2026, 20:08 WIB | Oleh:
Kunjungi Kebun Tebenan, Dewan Komisaris PTPN I Kawal Fungsi Pengawasan Kunjungi Kebun Tebenan, Dewan Komisaris PTPN I Kawal Fungsi Pengawasan Doc: Dok. Istimewa

BANYUASIN – Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara I (Persero) melakukan kunjungan kerja spesifik ke PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan pada 5 hingga 6 Juni 2026. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan fungsi pengawasan melekat (oversight) terhadap implementasi strategi operasional, akselerasi transformasi bisnis, serta penegakan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) di tingkat unit kebun.

Dalam rangkaian kunjungan lapangan tersebut, Dewan Komisaris mencermati laporan evaluasi kinerja operasional Kebun Tebenan yang menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, realisasi produksi komoditas karet di kebun tersebut tercatat mencapai 749.713 kilogram. Capaian ini memenuhi 127,5 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 yang ditetapkan sebesar 592.646 kilogram, sekaligus mencatatkan pertumbuhan sebesar 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 504.865 kilogram.

Agenda pengawasan ini dihadiri langsung oleh Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra, Komisaris Independen PTPN I Anita Ariyani, serta Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut jajaran Kepala Divisi, Plt. Region Head Regional 7, serta jajaran manajemen operasional Kebun Tebenan.

Komisaris Independen PTPN I, Sutan Adil Hendra, menegaskan bahwa pertumbuhan produksi ini harus disikapi secara objektif sebagai indikator awal keberhasilan konsolidasi, bukan sebagai hasil akhir yang membuat manajemen berpuas diri. Dewan Komisaris memberikan catatan agar ritme kerja dan kedisiplinan yang telah terbentuk dapat dipertahankan secara konsisten.
"Realisasi yang melampaui RKAP ini merupakan bentuk tanggung jawab kerja yang baik dari seluruh jajaran Kebun Tebenan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ini hingga akhir tahun buku. Memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) memerlukan komitmen jangka panjang, koordinasi yang solid, serta evaluasi berkala," ujar Sutan Adil Hendra, Sabtu (06/06/2026).

Sutan juga mengingatkan manajemen Regional 7 untuk terus memperkuat manajemen risiko, membangun budaya kerja berbasis solusi, serta tanggap terhadap dinamika pasar hulu. Menurutnya, transformasi korporasi hanya akan berjalan optimal apabila pengawasan di setiap lini organisasi berjalan secara ketat, terstruktur, dan terukur.

Selain mengevaluasi angka produksi, Dewan Komisaris memberikan atensi khusus pada aspek kemandirian pasokan bahan baku. Manajemen diminta untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dari kebun sendiri (internal) guna memastikan efisiensi pasokan ke pabrik secara maksimal serta menekan ketergantungan pada sumber eksternal.

Langkah standardisasi operasional hulu ini dinilai krusial dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah terkait percepatan hilirisasi sektor perkebunan nasional. Dewan Komisaris menegaskan bahwa kepatuhan terhadap target dan efisiensi biaya harus senantiasa menjadi acuan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Sejalan dengan fungsi pelaksanaan di lapangan, Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Omar, memaparkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari penegakan standardisasi operasional baku (SOP) secara disiplin oleh seluruh tim di lapangan.

"Kami memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun, hingga manajemen panen dilakukan secara ketat dan terukur. Evaluasi dari Dewan Komisaris menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mencari ruang-ruang perbaikan operasional dan menjaga efisiensi biaya," kata Fauzi Omar.

Fauzi menambahkan, modal utama keberlanjutan produksi berada pada kedisiplinan para asisten, mandor, hingga petugas penyadap di lapangan yang terus dikawal agar tetap mengutamakan produktivitas kerja yang tinggi.

Di sisi lain, Komisaris Independen PTPN I, Anita Ariyani, memberikan penekanan pada aspek pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang berkeadilan. Sebagai bagian dari pengawasan internal, dewan komisaris memandang kemaslahatan dan motivasi pekerja lapangan sebagai pilar utama penunjang stabilitas operasional.

"Kerja keras seluruh karyawan di lapangan adalah penggerak utama roda perusahaan. Hak-hak dan kesejahteraan pekerja harus terus diperhatikan sejalan dengan peningkatan produktivitas yang dicapai. Mari bersama-sama menjaga aset negara ini dengan penuh tanggung jawab," ungkap Anita.

Menutup rangkaian kunjungan kerja, Dewan Komisaris kembali mengingatkan manajemen untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian target bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Operasional kebun diharapkan tetap selaras dan memberikan dampak positif bagi ekosistem sosial serta masyarakat di sekitar wilayah kerja korporasi.

Melalui kunjungan pengawasan ini, Dewan Komisaris berharap Regional 7 Kebun Tebenan dapat menjadi acuan (benchmark) bagi unit kerja lainnya di lingkungan PTPN I dalam hal disiplin pencapaian target, efisiensi biaya, dan penerapan tata kelola yang bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Menperin Ungkap Industri Nonmigas Tumbuh 5,88 Persen

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menperin Ungkap Industri No...

Seskab: Bali Segera Milki Punya Jalur Kereta Api

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Seskab: Bali Segera Milki P...

Prancis Kembali Diguncang Aksi Demo

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Prancis Kembali Diguncang A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.