Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Double-Double Track Nggak Cukup! Fitra: Mau Tekan Kecelakaan, Pisahkan Jalur KRL & Kereta Jarak Jauh

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 08:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Double-Double Track Nggak Cukup! Fitra: Mau Tekan Kecelakaan, Pisahkan Jalur KRL & Kereta Jarak Jauh Doc: istimewa
Ket. Pengamat kebijakan publik dari Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, menegaskan pemerintah perlu evaluasi menyeluruh pasca kecelakaan kereta di Bekasi. Tujuannya membenahi layanan publik sektor transportasi karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan keamanan

JAKARTA-Pengamat kebijakan publik dari Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, menegaskan pemerintah perlu evaluasi menyeluruh pasca kecelakaan kereta di Bekasi. Tujuannya membenahi layanan publik sektor transportasi karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan keamanan.

“Dalam kasus kereta api, saya melihat urgensi pemisahan jalur operasional antara KRL dan kereta antarkota. Kebijakan ini bertitik pada inti persoalan tata kelola transportasi berbasis risiko,” ujar Badiul.

Menurutnya, penggunaan jalur campuran atau mixed traffic menciptakan trade-off antara kapasitas, ketepatan waktu, dan keselamatan. “Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya desain sistem yang berbasis risk mitigation, di mana perbedaan karakteristik layanan—frekuensi tinggi KRL vs kecepatan dan jarak tempuh kereta antarkota—menuntut pemisahan infrastruktur sebagai instrumen utama pengurangan potensi kecelakaan.”

Badiul menilai penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta–Cikarang adalah intervensi negara untuk mengoreksi kegagalan koordinasi dalam sistem transportasi rel. “Proyek ini tidak cukup diposisikan semata sebagai proyek infrastruktur, melainkan bagian dari policy mix yang lebih luas: integrasi tata ruang, penguatan regulasi keselamatan, serta reformasi kelembagaan operator dan regulator.”

“Tanpa pendekatan komprehensif, ekspansi jalur hanya akan meningkatkan kapasitas tanpa secara signifikan menurunkan risiko sistemik,” tambahnya.

Layanan KRL, kata Badiul, mencerminkan kebutuhan akan anticipatory governance. “Pemerintah tidak bisa lagi bersifat reaktif terhadap pertumbuhan permintaan, tetapi harus merancang skenario jangka panjang berbasis proyeksi urbanisasi dan mobilitas komuter.”

Soal pendanaan, Badiul menyebut Double-Double Track tentu dari APBN. “Kalau ruang fiskal sempit, pemerintah, terutama Presiden, bisa memerintahkan agar anggaran program makak bergizi gratis/ koperasi desa merah putih (MBG/KDMP) direalokasi untuk pembiayaan proyek tersebut.”

Menurutnya, isu ini bukan sekadar teknis transportasi, melainkan cerminan kapasitas negara dalam merancang kebijakan yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi keselamatan. “Keberanian untuk melakukan rebalancing kebijakan, termasuk mengubah prioritas investasi dan pola operasi, dibutuhkan. Tanpa transformasi struktural, target menekan angka kecelakaan berisiko hanya menjadi retorika,” tutup Badiul.

Diketahui pada 27 April 2026 terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di area Stasiun Bekasi Timur, Jaw Barat.

Penyelidikan awal menyoroti potensi gangguan operasional di perlintasan sebidang yang bisa memicu insiden lanjutan. Perlintasan sebidang memang rawan karena mempertemukan jalur kendaraan dan kereta di titik sama. 

Penyelidikan masih terus dilakukan oleh komisi nasional keselamatan transportasi (KNKT) dan aparat penegak hukum. Hingga pukul 11.00 WIB, Rabu, 29 April 2026, total korban jiwa tercatat menjadi 16 orang

Pisahkan Jalur KRL-Kereta Jarak Jauh

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mendorong pemerintah segera membenahi sistem perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan dan menekan angka kecelakaan. Menurut Djoko, pemisahan jalur operasional KRL dan kereta antarkota harus jadi prioritas karena keduanya punya karakteristik fundamental berbeda.

"Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta-Cikarang tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan. Dalam jangka menengah, konsep ini perlu diperluas seiring dengan pengembangan layanan KRL ke wilayah yang lebih jauh," ujar Djoko di Jakarta, Rabu (29/4).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

6 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.