Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bakom RI: Pemerintah Perkuat RSUD demi Permudah Akses Layanan Kesehatan

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Bakom RI: Pemerintah Perkuat RSUD demi Permudah Akses Layanan Kesehatan Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari (kiri) bersama Kepala BNPB Suharyanto

JAKARTA – Pemerintah terus meningkatkan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal ini bertujuan agar masyarakat, terutama di daerah terpencil, dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi besar ke kota.

Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Peningkatan kualitas RSUD diharapkan mampu menekan biaya yang selama ini ditanggung pasien dari daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan biaya transportasi rujukan ke rumah sakit besar di kota bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp10 juta per kunjungan. Angka tersebut belum termasuk biaya akomodasi dan potensi kehilangan pendapatan.

“Dengan tersedianya RSUD berkualitas di dekat tempat tinggal mereka, beban ini dapat berkurang secara signifikan,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4).

Peningkatan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), dengan menaikkan status RSUD dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C berkualitas.

RSUD tipe C akan dilengkapi fasilitas komprehensif, seperti ruang operasi, layanan rawat jalan dan rawat inap, cathlab, hemodialisa, radiologi, farmasi, hingga Central Sterile Supply Department (CSSD). Dengan fasilitas tersebut, pasien diharapkan tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar untuk penanganan kasus kompleks.

“Ini menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo, bahwa setiap warga negara. Di mana pun berada, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara dan berkualitas,” kata Qodari.

Pemerintah menargetkan peningkatan 66 RSUD sepanjang 2025–2027, dengan fokus pada wilayah DTPK. Hingga kini, sebanyak 16 RSUD telah rampung 100 persen, lima RSUD dalam tahap akhir penyelesaian, dan 10 lainnya masih dalam proses konstruksi.

Sebanyak 21 RSUD, terdiri atas 16 yang telah selesai dan lima yang hampir rampung. Dijadwalkan siap diresmikan Presiden pada Mei 2026.

Setiap RSUD akan dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar, yakni spesialis anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, radiologi, serta patologi klinik. “Artinya, masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh untuk mendapatkan layanan spesialis,” ujar Qodari. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KPK Dalami Pembelian ATG pa...
Olahraga
Persita Cuci Gudang, Robohk...
Olahraga
Piala Dunia, Laga Meksiko V...
Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...

Aset Negara Harus Diselamatkan, Hotel Sultan Dieksekusi

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...

Iran Akan dibombardir Selama Dua Tahun Penuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Iran Akan dibombardir Selam...

Piala Dunia, Swiss Yakin Akan Gulung Bosnia  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Swiss Yakin Ak...
Daerah
Ekspor Kakao Tetap Berjalan...

Makassar Klaim Akan Sukses Verifikasi SPMB

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Makassar Klaim Akan Sukses ...
Luar Negeri
Tiga Negara Super Power Ini...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PWNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.