Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset BRIN Ungkap Peran Mangrove sebagai Biofilter Alami

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 15:02 WIB | Oleh:
Riset BRIN Ungkap Peran Mangrove sebagai Biofilter Alami Doc: BRIN

JAKARTA - Ekosistem mangrove dinilai berperan sebagai biofilter alami yang efektif dalam menyerap dan mengurai limbah perairan, sehingga menjadi solusi untuk menekan dampak pencemaran dari aktivitas budidaya laut.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Budidaya Laut BRIN, Moh. Awaludin Adam, mengatakan aktivitas budidaya laut intensif seperti ikan, udang, dan rumput laut secara tidak langsung menghasilkan limbah organik maupun anorganik. Limbah tersebut berasal dari sisa pakan, metabolisme organisme, serta bahan pendukung lainnya yang dapat memicu akumulasi limbah di perairan.

“Kegiatan budidaya laut secara intensif seperti budidaya ikan, kemudian udang maupun rumput laut secara tidak langsung itu akan menghasilkan limbah organik dan anorganik yang berasal dari sisa pakan. Kemudian ada metabolisme organisme serta beberapa bahan pendukung lainnya,” kata Adam, dalam Webinar Ocean Farm X, Senin (27/4).

Akumulasi limbah tersebut dapat memicu eutrofikasi, yaitu peningkatan kadar nutrien seperti nitrogen dan fosfor secara berlebihan yang mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan organisme budidaya.

Dampak lanjutan dari kondisi tersebut adalah terjadinya hipoksia akibat penurunan oksigen terlarut yang berbahaya bagi organisme budidaya, bahkan dapat menyebabkan stres hingga kematian massal. Selain itu, penurunan kualitas air juga meningkatkan risiko berkembangnya patogen yang menyerang ikan, udang, maupun rumput laut.

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Awaludin menawarkan pendekatan berbasis ekosistem dengan memanfaatkan mangrove sebagai biofilter alami. Mangrove memiliki kemampuan menyerap, mengendapkan, dan menguraikan limbah serta polutan sehingga mampu menjaga stabilitas lingkungan perairan.

“Salah satu pendekatan yang potensial di sini adalah bagaimana kita memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai biofilter alami yang mampu menyerap, mengendapkan, dan menguraikan limbah serta polutan,” kata Adam.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, ia memaparkan sejumlah strategi budi daya laut berkelanjutan yang dapat diterapkan, di antaranya penerapan sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA), rehabilitasi mangrove, serta pengaturan zonasi budidaya agar sesuai dengan daya dukung lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan implementasi berjalan optimal.

Sebaiknya Anda baca juga:

Tidak hanya pada tataran konsep, BRIN juga melakukan tahapan riset secara komprehensif untuk mendukung strategi tersebut. Tahapan ini meliputi monitoring kualitas air, analisis polutan, uji lapang, hingga pemodelan lingkungan guna memahami peran mangrove secara lebih mendalam.

Hasil riset menunjukkan mangrove memiliki kemampuan sebagai biofilter alami, termasuk dalam menyerap logam berat seperti merkuri yang terdeteksi pada akar, batang, dan daun tanaman.

“Hasil riset kami, pada kondisi kontrol tanpa paparan, tidak ditemukan merkuri. Namun setelah dilakukan perlakuan, kami menemukan adanya serapan merkuri oleh mangrove pada akar, batang, dan daunnya,” tutur dia.

Lebih jauh, penerapan mangrove dalam sistem budidaya juga menunjukkan hasil yang positif. Dalam uji coba pada tambak udang semi-intensif, keberadaan mangrove terbukti mampu meningkatkan ketahanan udang terhadap serangan patogen, meskipun hasil produksi tidak sebanyak sistem intensif.

Di sisi lain, sebagai bagian dari inovasi berkelanjutan, tim peneliti juga mengembangkan alternatif ramah lingkungan berupa penggunaan daun ketapang sebagai pengganti polybag plastik untuk pembibitan mangrove. Inovasi ini dinilai mampu mendukung pertumbuhan akar propagul sekaligus mengurangi potensi sampah plastik di ekosistem pesisir.

Sementara itu, riset lapangan di Teluk Seriwe mengungkap adanya penurunan kualitas lingkungan akibat alih fungsi lahan dan berkurangnya tutupan mangrove. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya hasil panen rumput laut masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...
Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...
Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...
Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.