Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kunjungan Bersejarah yang Pribadi: Tak Ada Rekaman Diskusi antara Raja Charles dan Trump

8 Selasa, 28 Apr 2026, 23:22 WIB | Oleh:
Kunjungan Bersejarah yang Pribadi: Tak Ada Rekaman Diskusi antara Raja Charles dan Trump Kunjungan Bersejarah yang Pribadi: Tak Ada Rekaman Diskusi antara Raja Charles dan Trump Doc: AFP/Suzanne Plunkett/Pool/Getty Images

MOSKOW - London bersikeras bahwa setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, AS, harus diadakan tanpa ada kamera, demikian dilaporkan The Guardian.

Surat kabar asal Inggris tersebut melaporkan bahwa hal itu untuk menghindari insiden serupa, seperti pada Februari 2025 ketika Trump secara terbuka menegur Volodymyr Zelensky dalam kunjungannya di Gedung Putih.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2025, Trump mengkritik Zelensky selama pertemuan mereka di Gedung Putih untuk menandatangani perjanjian tentang pengembangan bersama sumber daya mineral Ukraina.

Wakil Presiden AS J.D. Vance juga menggambarkan Zelensky sebagai "juru kampanye Partai Demokrat yang tidak tahu berterima kasih", ketika pemimpin Ukraina itu mencoba membenarkan tindakannya, menyalahkan Russia, dan memperingatkan bahwa AS akan merasakan konsekuensi konflik tersebut meskipun terpisah secara geografis.

Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).

Sumber-sumber yang terlibat dalam kunjungan tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa raja Inggris akan tampil di depan kamera pada awal pertemuan bilateral utamanya dengan Trump, Selasa (28/4), tetapi diskusi tentang isu-isu substantif tidak akan direkam.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Yvette Cooper ikut mendampingi Raja Charles III selama acara dengan Trump, dengan peran utamanya membantu meredakan situasi yang berpotensi canggung jika diperlukan, lapor The Guardian.

Partisipasi Cooper dalam kegiatan resmi bersama Raja Charles III itu sesuai praktik standar untuk kunjungan kenegaraan, menurut laporan itu. Cooper sebelumnya telah mendampingi Raja Charles III dalam perjalanan diplomatik, termasuk ke Vatikan.

"Dia (Menlu Cooper) siap bertindak sebagai tameng manusia bagi raja jika Trump mulai mengkritik (Perdana Menteri Inggris Kier) Starmer atau Inggris secara umum, seperti yang cenderung dilakukannya," kata salah satu sumber.

Pada saat yang sama, sejumlah sumber di pemerintahan Inggris mengindikasikan bahwa Cooper kemungkinan besar akan sangat bergantung pada kemampuan diplomatik sang raja itu sendiri.

Raja Charles III tiba di Amerika Serikat, Senin, untuk kunjungan resmi. Agenda Raja Charles III pada Selasa ialah menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS.

Pidato Raja Charles III itu menjadi yang pertama disampaikan anggota keluarga Kerajaan Inggris kepada anggota parlemen AS sejak 1991, ketika Ratu Elizabeth II menjadi pemimpin Kerajaan Inggris pertama yang melakukannya. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Musik Jazz di Kebun Raya Bo...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.