Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa, AS dan Sekutunya Peringatkan Ancaman Aktivitas Siber Pekerja IT Korea Utara

📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 08:36 WIB | Oleh:
Uni Eropa, AS dan Sekutunya Peringatkan Ancaman Aktivitas Siber Pekerja IT Korea Utara Doc: kaliber.az
Ket. Bendera Uni Eropa

Uni Eropa memperingatkan bahwa aktivitas siber yang dikaitkan dengan Korea Utara menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi Uni Eropa, negara-negara anggotanya, dan mitra internasional, sekaligus membantu mendanai program nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

Dalam sebuah pernyataan, Layanan Aksi Eksternal Eropa (EEAS) mengatakan, Republik Demokratik Korea (merujuk nama resmi Korea Utara), semakin banyak menggunakan operasi siber yang menargetkan pemerintah dan perusahaan swasta, sehingga menimbulkan ancaman yang semakin besar terhadap keamanan dan stabilitas internasional, demikian dilaporkan caliber.az.

"Aktivitas siber Korea Utara semakin menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi Uni Eropa, negara-negara anggotanya, dan para mitranya, khususnya perusahaan-perusahaan swasta. Aktivitas ini membantu Korea Utara mendanai program nuklir dan rudal balistiknya yang berbahaya dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas internasional," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Uni Eropa juga menyatakan keprihatinan atas apa yang mereka sebut sebagai skema pekerja Teknologi Informasi (TI) Korea Utara, di mana agen-agen DPRK diduga memperoleh pekerjaan teknologi informasi jarak jauh menggunakan identitas palsu untuk menghasilkan pendapatan bagi negara tersebut.

"Uni Eropa turut prihatin dengan kekhawatiran yang diungkapkan oleh Jepang dan mitra lainnya mengenai skema pekerja TI, di mana agen-agen Korea Utara menawarkan jasa sebagai pekerja TI jarak jauh dengan identitas palsu untuk menghasilkan pendapatan bagi Korea Utara," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menurut Uni Eropa, meningkatkan kesadaran dan mempertahankan respons internasional yang terkoordinasi sangat penting untuk melawan skema tersebut, menggemakan kekhawatiran yang baru-baru ini diungkapkan oleh Kelompok Tujuh (G7) selama pertemuannya di Evian.

Blok tersebut menyatakan, mereka berdiri bersama mitra internasionalnya dalam menanggapi ancaman tersebut.

Uni Eropa mencatat, mereka sebelumnya telah mengambil tindakan terhadap aktivitas siber jahat Korea Utara, termasuk melalui sanksi, dan berjanji untuk memperkuat responsnya.

"Kami akan terus bekerja sama dengan mitra kami untuk mencegah, menghalau, dan menanggapi ancaman ini guna memastikan keamanan dan stabilitas internasional serta ruang siber global yang terbuka, bebas, stabil, dan aman," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Kamis (31/7), juga mengeluarkan peringatan serupa kepada para negara, perusahaan, dan entitas lainnya mengenai pekerja TI Korea Utara. 

"Peringatan ini dikeluarkan bersama oleh Departemen Luar Negeri AS dan Biro Investigasi Federal; Kementerian Luar Negeri Jepang, Kantor Keamanan Siber Nasional, Badan Kepolisian Nasional, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri; Kementerian Luar Negeri dan Badan Kepolisian Nasional Republik Korea;

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia; Global Affairs Canada dan Kepolisian Kerajaan Kanada; Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis; Kantor Luar Negeri Federal Jerman; Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia; Kementerian Luar Negeri Belanda; Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru; dan Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan serta Kantor Pelaksanaan Sanksi Keuangan Inggris Raya," demikian bunyi peringatan Departemen Luar Negeri AS di laman resminya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.