Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif

📅 Senin, 27 Apr 2026, 19:33 WIB | Oleh:

Tanpa penanganan komprehensif, Timboel memperingatkan bahwa penyakit katastropik ini akan menciptakan efek domino yang melumpuhkan. Secara global, studi Frontiers in Oncology memproyeksikan kerugian ekonomi akibat kanker mencapai US$25,2 triliun hingga 2050. 2 Di Indonesia, dampaknya mulai nyata: laporan OECD memperkirakan hilangnya potensi 92.200 tenaga kerja penuh waktu akibat kematian dini dan disabilitas.

Kondisi ini kian memprihatinkan di tingkat rumah tangga, di mana 59,5% pasien kanker mengalami kesulitan finansial signifikan hanya dalam setahun setelah diagnosis. Beban ini, menurut Timboel, menunjukkan bahwa kanker bukan hanya masalah sistem kesehatan, tetapi juga ancaman bagi ketahanan ekonomi masyarakat luas.

Guna memutus rantai kerugian tersebut, Timboel mendesak pergeseran pendekatan dari sekadar kuratif menjadi preventif-promotif. “Upaya ini harus diperkuat untuk mendorong deteksi dini dan meningkatkan peluang kesembuhan, sekaligus menekan biaya jangka panjang,” ujarnya. Ia mendorong Kemenkes dan BPJS untuk melakukan pendekatan 'jemput bola' melalui integrasi skrining di tingkat fasilitas kesehatan primer hingga aparat desa.

Ia mengingatkan kembali amanat Pasal 28H ayat 3 dan Pasal 34 UUD 1945. Negara wajib menyediakan fasilitas kesehatan layak, termasuk alat modern dan obat terkini. “Dalam layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, pemerintah harus menempatkan manusia sebagai subjek. Orientasi utamanya adalah menyelamatkan jiwa, bukan semata-mata menekan beban biaya,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Pemain Indonesia Saling Jeg...

PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

59 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.