Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepri Pacu Kawasan Bintan–Karimun, KBPBP Jadi Ujung Tombak Investasi

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepri Pacu Kawasan Bintan–Karimun, KBPBP Jadi Ujung Tombak Investasi Doc: ANTARA/ Ogen
Ket. Kawasan wisata Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, jadi salah satu destinasi andalan kunjungan wistawan di Provinsi Kepri.

TANJUNGPINANG – Wilayah perbatasan memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus magnet investasi, karena posisinya yang strategis sebagai gerbang perdagangan lintas negara.

Dengan penguatan infrastruktur, kawasan industri, dan konektivitas logistik, perbatasan dapat bertransformasi dari wilayah pinggiran menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang menghubungkan pasar domestik dan internasional.

Namun, daya tarik investasi di kawasan ini sangat bergantung pada kepastian regulasi, keamanan, serta ketersediaan SDM dan layanan dasar. Tanpa itu, investor cenderung melihat perbatasan sebagai wilayah berisiko tinggi.

Karena itu, diperlukan pendekatan terintegrasi—mulai dari insentif fiskal, penyederhanaan perizinan, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus—agar wilayah perbatasan tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan pembangunan dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengembangkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus penarik investasi di wilayah perbatasan Indonesia itu.

Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun yang sekaligus Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan KPBPB di dua kabupaten ini dirancang sebagai ekosistem pro-bisnis yang mampu menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"KPBPB Bintan dan Karimun kita siapkan sebagai kawasan yang ramah investasi, dengan berbagai kemudahan mulai dari insentif fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur yang memadai agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Kepri," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Minggu (26/4).

Ansar menjelaskan keunggulan utama kawasan ini terletak pada insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan layanan investasi melalui badan pengusahaan dan sistem OSS, serta dukungan kawasan industri, maritim dan pariwisata yang terus berkembang.

Selain itu, kata dia, posisi geografis Kepri di Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, menjadi keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal.

"Kepri berada di titik strategis jalur perdagangan global. Ini bukan sekadar keunggulan geografis, tetapi peluang ekonomi besar yang harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat," jelas Ansar.

Ansar juga memaparkan Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong pengembangan kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) menjadi hub logistik internasional yang mampu meningkatkan nilai investasi, arus barang dan penumpang, serta kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data terkini, katanya, realisasi investasi kawasan BBK menunjukkan tren positif, dengan total investasi mencapai 4,67 miliar dolar AS atau sekitar Rp78,38 triliun. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kepri.

"Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terus tumbuh. Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena potensi Bintan dan Karimun masih sangat besar untuk dikembangkan," ungkapnya.

Lanjut Ansar menyebutkan penguatan KPBPB juga didukung hadirnya berbagai regulasi nasional, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan KPBPB dan BBK, serta sejumlah kawasan strategis yang telah ditetapkan di Bintan dan Karimun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.