Pemprov Terus Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan
📅 Senin, 02 Feb 2026, 04:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
JAKARTA – Kemampuan teknologi pengendalian lingkungan Pemprov Jakarta terus ditingkatkan. Langkah ini sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat.
“Peningkatan teknologi ini, kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara,” kata Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, Minggu. Menurutnya, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Untuk itu, RDF Rorotan, kata Asep, saat ini telah terpasang empat alat penetral bau tak sedap (deodorizer), tadinya baru tiga. Alat ini untuk menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar. Selain mesin “deodorizer,” lanjut Asep, fasilitas RDF Plant Rorotan juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.
Berbagai perangkat tersebut, kata Asep, antara lain alat pemisah partikel padat (cyclone), sistem pengepul debu industri (baghouse filter) dan alat pengendali polusi udara yang menggunakan cairan (wet scrubber) masing-masing sebanyak enam unit.
Asep menambahkan, sistem ini diperkuat dengan dua “wet scrubber” tahap kedua, dua pengendali pencemaran udara (wet electrostatic precipitator), dan dua filter karbon aktif. Kemudian, ada delapan kipas mekanis industri (induced draft fan), serta dua cerobong yang dirancang untuk pelepasan emisi secara aman terkendali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang untuk memastikan proses operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku. “Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung,” katanya.
Dengan pengawasan ini, Asep ingin memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Asep menegaskan, Pemprov Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan. Selain itu, juga menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar fasilitas.
Banjir
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyatakan bahwa banjir masih merendam sembilan rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan di Jakarta Barat dan Utara, Minggu kemarin. “Ketinggian genangan 10-20 sentimeter,” kata kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, Minggu.
Menurutnya, hujan yang terjadi di wilayah Jakarta dan meluapnya Kali Semongol menyebabkan banjir kembali terjadi, terutama di dua RT Jakarta Barat. Untuk tujuh RT lainnya di Jakarta Utara, kata Yohan, ketinggian air sekitar 10 cm. Genangan ini karena curah hujan tinggi, luapan kali Kali Angke dan Kali Nagrak.
“Sedangkan untuk jalan banjir menerpa Jalan Kamal Raya, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat dengan ketinggian 15 cm,” ujarnya. Yohan menambahkan, banjir yang terjadi juga menyebabkan 350 warga mengungsi ke Masjid Nurul Jannah 125 jiwa dan SD Robiatul Adawiyah 225 jiwa.
Sebelumnya, Yohan mengeklaim banjir yang merendam sebagian Ibu Kota beberapa hari terakhir, telah surut. Tapi ini hanya klaim sepihak. Menurutnya, ketinggian air banjir akhir Januari mencapai 3,5 meter beberapa titik di Jakarta Timur karena meluapnya Sungai Ciliwung.
Banjir yang sempat menggenangi 39 RT Jumat (30/1) tersebut disebabkan hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya sehingga muka air naik di beberapa pos pantau. Yohan menambahkan, berkat upaya kolaboratif sejumlah instansi terkaitbanjir pelan-pelan surut. Masyarakat juga dilibatkan dalam pengendalian banjir.
Meski dipastikan telah surut, BPBD tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir. “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112 yang beroperasi selama 24 jam,” tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!