Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukungan Ketahanan Pangan Datang dari Indoenesia Timur, Pemkab Sigi Cetak 10 hektare Sawah Baru

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukungan Ketahanan Pangan Datang dari Indoenesia Timur, Pemkab Sigi Cetak 10 hektare Sawah Baru Doc: ANTARA/ Moh Salam
Ket. Pemerintah Kabupaten Sigi dibantu pihak TNI AD menggunakan alat berat membuka kawasan untuk cetak sawah baru di Kecamatan Dolo, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (26/10/2025).

SIGI – Program cetak sawah baru sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan cara memperluas lahan pertanian dan meningkatkan produksi padi.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi kemiskinan di pedesaan, mengantisipasi tantangan global seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah bersama sejumlah pihak melakukan cetak sawah baru seluas 10 hektare di Kecamatan Dolo.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, Intan mengatakan seluas sembilan hektare sudah selesai dikerjakan sementara satu hektare masih dalam penyelesaian.

"Progres program cetak sawah baru di Kecamatan Dolo saat ini sudah mencapai 9 hektare dari total 10 hektare pada 2025, namun belum siap tanam karena masih dalam tahap pengolahan lahan," kata Intan saat ditemui awak media di Desa Maku Kecamatan Dolo, Minggu (26/10).

Ia mengemukakan rencana mulai penanaman di kawasan cetak sawah baru pada awal November 2025.

Menurut dia, pihaknya hanya mengusulkan untuk program cetak sawah baru seluas 5,9 hektare.

"Sejumlah petani di Dolo ini bersedia agar lahannya dibuka menjadi kawasan cetak sawah baru sehingga totalnya menjadi 10 hektare," ucapnya.

Ia menuturkan untuk mekanisme penanaman di lokasi cetak sawah baru itu, para petani hanya fokus melakukan penanaman.

"Jadi untuk pembukaan, pengolahan hingga kawasan itu siap tanam menjadi tugas pemerintah daerah termasuk penyediaan bibitnya," sebutnya.

Intan menyebutkan pemilik lahan untuk program itu di Kecamatan Dolo terdiri dari 9 warga masyarakat.

"Jadi rata-rata lokasi cetak sawah baru di Dolo adalah lahan perkebunan yang tidak masuk dalam Luas Baku Sawah (LBS), dan sebagian besar tanaman kakao dan kelapa sudah tidak produktif maka pemiliknya meminta untuk dibuka menjadi sawah baru," katanya.

Bibit padi, kata dia, untuk wilayah Dolo sudah tersedia dan sedang menunggu lahan siap tanam guna selanjutnya seluruh bibit itu didistribusikan kepada petani.

"Hngga 3 tahun petani ini difasilitasi oleh pemerintah untuk masalah benihnya, sementara untuk pengolahan diserahkan sepenuhnya kepada petani," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bogor Fokus Hadirkan Pusat-...

Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat

44 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...

Tangerang Gelar Pasar Murah Tiga Pekan

49 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...

Pemprov Terus Mempercepat Belanja

54 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Luar Negeri
Yen Jepang Sentuh Level Ter...
Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...

Transisi Energi Butuh Reformasi Subsidi

59 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.