Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKPM Minta Implementasi IEU-CEPA Jadi UU, Ini Pertimbangannya

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 19:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKPM Minta Implementasi IEU-CEPA Jadi UU, Ini Pertimbangannya Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi-Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič saat Penandatanganan Kesepakatan Substantif IEU-CEPA di Bali, pada 23 September 2025.

JAKARTA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menilai bahwa implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebaiknya dituangkan dalam bentuk undang-undan agar memiliki kepastian hukum yang kuat dan bisa dijalankan secara konsisten lintas pemerintahan.

Secara praktis, bentuk hukum yang lebih tinggi akan memberikan perlindungan terhadap kepentingan nasional, terutama dalam konteks investasi, standar produk, dan akses pasar.

Selain itu, regulasi setingkat undang-undang juga akan meminimalkan potensi tumpang tindih dengan aturan sektoral lain yang bisa menghambat efektivitas pelaksanaannya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin memperluas pasar ekspor ke Eropa, tapi juga memastikan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan tetap berpihak pada pembangunan industri dalam negeri.

Di tengah dinamika global yang cepat berubah, kepastian hukum menjadi kunci agar Indonesia bisa benar-benar memanfaatkan peluang dari IEU-CEPA untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

"Jadi begini, IEU-CEPA itu sekalipun sudah dibuat komitmennya pada akhirnya implementasinya itu harus dalam bentuk undang-undang, sama seperti ketika kita punya Indonesia-Australia CEPA," ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan di Jakarta, Sabtu (11/10).

Dengan demikian, lanjutnya, ketika undang-undang tersebut terbit maka pada saat itulah IEU-CEPA berlaku secara efektif.

"Dalam konteks ini, kita memang sekalipun belum keluar dari undang-undangnya, kita sudah melakukan persiapan-persiapan penjajakan," kata Nurul Ichwan.

Sebelumnya, meski akan segera ditandatangani, perjanjian IEU-CEPA tidak akan langsung berlaku. Kesepakatan ini terlebih dahulu harus melalui proses persetujuan di parlemen 27 negara anggota Uni Eropa.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menjelaskan untuk di Indonesia, proses ratifikasi relatif lebih cepat yakni sekitar 1-2 bulan.

Namun, di Uni Eropa bisa memakan waktu 10-12 bulan karena harus melewati tahapan administratif dan legislasi nasional.

Kemudian, tahapan selanjutnya yakni ratifikasi dan penyusunan undang-undang oleh DPR RI yang diperkirakan berlangsung pada kuartal II hingga kuartal IV 2026.

Dengan demikian, lanjut Djatmiko, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana maka implementasi penuh IEU-CEPA ditargetkan bisa dimulai pada kuartal I 2027.

Skema Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berpotensi meningkatkan nilai ekspor produk Indonesia ke Uni Eropa (European Union/EU) sebesar 2,5 kali lipat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.