Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Panas Bumi ke Pangan: PGE Gandeng UGM Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 05:05 WIB | Oleh:
Dari Panas Bumi ke Pangan: PGE Gandeng UGM Kembangkan Booster Pertanian Ramah Lingkungan Doc: PGE
Ket. Kolaborasi PGE dan UGM melahirkan inovasi booster pertanian dari energi panas bumi untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris resmi menandatangani Joint Study Development Agreement (JSDA) Project Beyond-Katrili sebagai langkah strategis dalam mengembangkan inovasi booster pertanian ramah lingkungan berbasis panas bumi.

Inisiatif ini menjadikan Katrili sebagai solusi konkret dalam menjawab tantangan pertanian dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah sekitar operasional panas bumi seperti Sulawesi Utara. Melalui Project Katrili, ketiga pihak mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian untuk menghasilkan booster pertanian berbasis silika geotermal yang mampu meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, serta mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa hilirisasi energi menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi sumber daya Indonesia.

“Kolaborasi ini mempercepat inovasi sekaligus menjadi implementasi visi kami dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. Ke depan, bisnis panas bumi tidak hanya berfokus pada listrik, tetapi beyond electricity yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pertanian. Kami berharap Project Beyond-Katrili dapat menjadi bagian dari strategi besar PGE, baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian maupun memperluas pemanfaatan energi panas bumi. Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari pemanfaatan limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia. Selain membantu mengurangi limbah, kandungan kitosan dalam Katrili juga berfungsi melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan. Penggunaannya cukup dicampur dengan air dan disiramkan langsung ke tanah, dengan takaran yang disesuaikan dengan karakteristik tanah dan jenis komoditas. Saat ini, Katrili telah diaplikasikan pada berbagai komoditas, seperti tomat varietas Gustavi, kacang batik, bawang merah, dan padi.

Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Selo, Ph.D. menyatakan, “Perguruan tinggi berperan penting dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan di tengah dinamika global.”

Dari sisi industri pendukung, CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen. Sementara itu, tim peneliti FT UGM yang dipimpin oleh Dr. Pri Utami memastikan bahwa inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin, menggabungkan geologi, farmasi, dan pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, proyek Katrili menunjukkan peran strategis FT UGM dalam menghasilkan inovasi berdampak nyata melalui kolaborasi dengan industri. Pemanfaatan energi panas bumi yang terintegrasi dengan sektor pertanian menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Potensi Gelombang Tinggi hi...

Dibayangi Tekanan Ganda - 03 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Dibayangi Tekanan Ganda - 0...
Daerah
Bersihkan Abu Gunung Sinabu...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.