Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan Banjir di Jakarta Harus Terintegrasi

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penanganan Banjir di Jakarta Harus Terintegrasi Doc: Antara

Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta agar penanganan banjir harus terintegrasi melalui koordinasi lintas sektor di masing-masing lima wilayah kota.

"Banjir merupakan permasalahan klasik yang tidak pernah selesai. Namun demikian, ikhtiar kita harus maksimal," kata Khoirudin di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, banjir merupakan permasalahan yang belum sepenuhnya selesai di Ibu Kota Jakarta. Oleh karena itu, Pemprov DKI harus memaksimalkan penanganan banjir secara berkelanjutan, dan pelaksanaan kerja terintegrasi lintas dinas harus secara nyata.

Khoirudin mengatakan, terdapat tiga faktor penyebab banjir di Jakarta yaitu banjir rob, banjir akibat hujan lokal, dan banjir kiriman dari daerah hulu.

"Tiga penyebab itu harus kita berikan solusi. Kita perlu mengefektifkan kerja kita, ya dengan koordinasi hari ini," ujarnya.

Dia pun mengapresiasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta wali kota yang telah bersiaga selama 24 jam mengatasi banjir di sejumlah wilayah, karena itu penguatan infrastruktur pengendalian banjir rob di wilayah Jakarta Utara juga perlu diperkuat.

Menurut dia, penanganan banjir rob di antaranya dengan memperkuat tanggul laut setinggi 1,5 hingga 2 meter. Tanggul tersebut bisa berfungsi sebagai ruas jalan raya agar lebih kokoh.

Selain itu, menjaga kedalaman saluran penghubung minimal 2 meter dengan lebar 5 meter. Sebanyak 500 saluran penghubung bisa terintegrasi secara maksimal.

Termasuk, pendalaman sebanyak 13 aliran sungai di Jakarta karena hujan di hulu membawa sedimen yang berakibat pendangkalan sungai.

"Saya berharap kedalaman kali itu lima meter, saya cek di lapangan tidak sampai, paling hanya 1-2 meter, harusnya 5 meter," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memastikan pembangunan, pelebaran, dan penguatan tanggul di pesisir Jakarta Utara sebagai upaya strategis mengatasi banjir rob.

Ika menargetkan proyek tersebut rampung secara bertahap hingga 2029. Pembangunan Tanggul NCICD, tidak hanya untuk menahan air, melainkan mempercantik kawasan pesisir.

"Contohnya seperti yang NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A yang sebenarnya sudah dimulai," katanya.

Meski demikian, Ika menyadari permasalahan utama penyebab banjir di Jakarta berada di bantaran sungai dan saluran penghubung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.