Kekerasan Bukan Bukti Cinta, Perempuan Menanggung Luka Fisik dan Psikis.
📅 Senin, 29 Jun 2026, 11:01 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Kekerasan terhadap perempuan selalu meninggalkan luka yang jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.
Bekas luka di tubuh mungkin dapat sembuh, tetapi ketakutan, rasa malu, dan hilangnya kepercayaan diri sering kali menetap jauh lebih lama.
Oleh sebab itu, setiap kasus kekerasan tidak boleh dipandang sebagai persoalan pribadi antara pelaku dan korban, melainkan sebagai cermin bahwa masih ada ruang-ruang di sekitar kita yang gagal menghadirkan rasa aman bagi sesama manusia.
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan berinisial YTR, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali mengguncang nurani publik.
Dugaan bahwa penyiksaan berlangsung selama tiga tahun memperlihatkan betapa kekerasan dapat berlangsung begitu lama tanpa diketahui, atau mungkin tanpa cukup cepat mendapatkan pertolongan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Situasi ini mengingatkan bahwa kekerasan sering kali tumbuh dalam tempat-tempat tersembunyi yang tertutup, sunyi, dan jauh dari perhatian masyarakat.
Menurut informasi yang beredar, korban mengalami tindakan kekerasan yang sangat berat.
Ia diduga dipukul pada bagian dada menggunakan tangan kosong, disundut rokok ketika pelaku sedang marah, hingga mengalami berbagai luka serius, mulai dari gangguan penglihatan, bibir sumbing, kesulitan berbicara, sampai tidak mampu berjalan.
Gambaran tersebut bukan hanya menunjukkan tingkat kekejaman yang luar biasa, tetapi juga memperlihatkan bahwa kekerasan yang dibiarkan berlarut-larut dapat merenggut kualitas hidup seseorang secara permanen.
Banyak pihak melayangkan kecaman keras terhadap terduga pelaku. Tindakan seorang laki-laki yang menganiaya perempuan hingga mengalami luka berat merupakan perbuatan yang sulit diterima akal sehat.
Apabila terbukti bersalah melalui proses peradilan yang berkekuatan hukum tetap, pelaku patut dijatuhi hukuman berat agar memberikan efek jera, sekaligus menjadi peringatan bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan terhadap perempuan.
Ini juga sesungguhnya membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar tuntutan hukuman. Penegakan hukum memang penting agar keadilan dapat ditegakkan, tetapi keadilan sejati juga menuntut adanya upaya pencegahan agar korban berikutnya tidak terus bermunculan.
Sistem perlindungan
Setiap kasus kekerasan seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi bagaimana sistem perlindungan bekerja dan sejauh mana masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!